<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Profil &amp; Profil</title>
        <link>https://profil.mediamu.com/profilrss/category/profil</link>
        <description>Profil &amp; Title: Profil</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Yussi Perdana, Pemuda AMMA Banjarmasin yang Sukses Kembangkan Teknologi Radar untuk Kemhan RI</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/yussi-perdana-pemuda-amma-banjarmasin-yang-sukses-kembangkan-teknologi-radar-untuk-kementerian-pertahanan-ri</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/yussi-perdana-pemuda-amma-banjarmasin-yang-sukses-kembangkan-teknologi-radar-untuk-kementerian-pertahanan-ri</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/04/116800c944e3a56.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="97313" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 17 Apr 2025 16:27:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Profil Ulama Muslim Imam Suyuthi</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/profil-ulama-muslim-imam-suyuthi</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/profil-ulama-muslim-imam-suyuthi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Imam Suyuthi adalah salah satu ulama besar dalam sejarah Islam yang dikenal dengan karyanya yang mendalam dalam bidang tafsir, hadits, fiqh, dan bahasa Arab. Lahir di Mesir pada tahun 1445, beliau menghasilkan lebih dari 600 karya yang masih digunakan sebagai referensi utama hingga kini. Karya-karyanya seperti Tafsir Jalalain dan Al-Itqan fi Ulum al-Quran menunjukkan dedikasinya dalam menyebarkan ilmu pengetahuan. Temukan lebih banyak tentang perjalanan hidup dan kontribusinya di Mediamu.com.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> -&nbsp;Imam Suyuthi, seorang ulama besar dari Mesir, lahir pada tahun 1445 M dan wafat pada tahun 1505 M. Beliau dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang produktif, menghasilkan lebih dari 600 karya dalam berbagai disiplin ilmu seperti tafsir, hadits, dan fiqh. Karya-karya terkenal Imam Suyuthi, seperti Tafsir Jalalain dan Al-Itqan fi Ulum al-Quran, memiliki pengaruh besar dalam studi Islam hingga saat ini. Keahliannya dan dedikasinya dalam menyebarkan ilmu menjadikannya salah satu ulama paling berpengaruh dalam sejarah Islam.</p><h2>Latar Belakang Kehidupan Imam Suyuthi</h2><p><strong>Kelahiran dan Keluarga</strong></p><p>Imam Suyuthi, seorang ulama besar dalam sejarah Islam, lahir pada tahun 1445 Masehi (849 Hijriyah) di Kairo, Mesir. Kota Kairo, sebagai pusat keilmuan dan kebudayaan Islam pada masa itu, memberikan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan intelektual Imam Suyuthi. Tanggal lahirnya yang tepat sering disebut-sebut dalam berbagai sumber sebagai bagian dari warisan penting Islam. Kehadiran beliau di Kairo, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan tradisi Islam, turut membentuk karakter dan pengetahuannya.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/06/127665e8226bad1a.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1677897" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 04 Jun 2024 02:55:42 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bahasaarab,
                                                                                                                                                                fiqh,
                                                                                                                                                                hadits,
                                                                                                                                                                sejarahislam,
                                                                                                                                                                tafsiralquran,
                                                                                                                                                                ulamaislam,
                                                                                                                                                                imamsuyuthi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Ki Bagus Hadikusumo, dari Frasa Ketuhanan sampai Sake Jepang</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kisah-ki-bagus-hadikusumo-dari-frasa-ketuhanan-sampai-sake-jepang</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kisah-ki-bagus-hadikusumo-dari-frasa-ketuhanan-sampai-sake-jepang</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Beberapa saat lalu (17 Agustus 2021) untuk kali ke-76, Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan sebagai buah perjuangan leluhur dan founding fathers bangsa. Di sekitar momen ini, cerita sejarah mengenai dinamika terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu menjadi topik hangat dan sebagai refleksi bagi generasi yang hidup hari ini.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Beberapa saat lalu (17 Agustus 2021) untuk kali ke-76, Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan sebagai buah perjuangan leluhur dan <em>founding fathers</em> bangsa. Di sekitar momen ini, cerita sejarah mengenai dinamika terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) selalu menjadi topik hangat dan sebagai refleksi bagi generasi yang hidup hari ini.</p>
<p>Di antara sekian tokoh yang berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan adalah Ki Bagus Hadikusumo, tokoh vokal dalam menentukan arah gerak NKRI. Dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) selain Mr. Soepomo, Muh. Yamin, dan Ir. Soekarno, Ki Bagus yang merupakan salah satu wakil umat Islam juga turut memberi sumbangan ide awal terkait konsep kenegaraan.</p>
<p>Seluruh informasi yang tersaji di sini merupakan rangkuman penuturan Muhammad Afnan Hadikusumo, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang dibagikan kepada <strong><em>mediamu.com</em></strong>. Ia merupakan cucu Ki Bagus dan saat ini aktif sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Tapak Suci Putera Muhammadiyah.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d98e5427.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="57761" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 27 Aug 2021 23:12:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        afnan hadikusumo,
                                                                                                                                                                ahimsa,
                                                                                                                                                                ketuhanan yang maha esa,
                                                                                                                                                                ki bagus hadikusumo,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pahlawan nasional,
                                                                                                                                                                pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kiai Sangidu, Sang Penghulu Reformis</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kiai-sangidu-sang-penghulu-reformis</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kiai-sangidu-sang-penghulu-reformis</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p>Sewaktu Hanung Bramantyo menyusun skenario film <em>Sang Pencerah,</em> beberapa sesepuh Kauman dikumpulkan di kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan K.H.A. Dahlan untuk menyelidiki karakter beberapa tokoh yang sedianya akan ditampilkan dalam film tersebut. Penulis menjadi salah satu narasumber yang memberikan informasi seputar karakter Haji Fachrodin dan Haji Syujak. Ketika memasuki pembahasan konflik antara K.H. Ahmad Dahlan dan <em>Hoofdpenghulu</em> Kraton Yogyakarta, beberapa narasumber mulai saling lempar dugaan. Para narasumber mulai kesulitan untuk mengidentifikasi karakter <em>Hoofdpenghulu</em> Kraton yang bernama Kamaludiningrat. Sebagian narasumber menilai <em>Hoofdpenghulu</em>Kamaludiningrat adalah musuh bebuyutan K.H. Ahmad Dahlan. Tetapi sebagian lagi menganggap Hoofdpenghulu ini sebagai kawan seperjuangan K.H. Ahmad Dahlan. Dalam kondisi seperti itu, kita perlu menengok kembali sejarah Kepenghuluan Kraton Yogyakarta, agar pemahaman kita tidak <em>a-historis</em>.</p>
<p><strong>Kepenghuluan</strong></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7bbe33a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="67039" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 16 Aug 2018 22:26:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        kiai sangidu,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                penghulu,
                                                                                                                                                                reformis                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Siti Munjiyah, Ulama Perempuan Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/siti-munjiyah-ulama-perempuan-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/siti-munjiyah-ulama-perempuan-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p>“<em>Perempuan dan lelaki Islam itu masing-masing berhak berkemajuan dan berkesempurnaan, dan bahwasanya yang dikata kemajuan dan kesempurnaan itu ialah menurut hak batas-batasnya sendiri-sendiri</em>,” demikian sepenggal kalimat dalam pidato Siti Munjiyah yang disampaikan dalam Kongres Perempuan Indonesia pertama 1928 di Yogyakarta.</p>
<p><strong>Kongres Perempuan Pertama</strong></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d78efeff.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="68480" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 15 Aug 2018 22:47:24 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                perempuan,
                                                                                                                                                                siti munjiyah,
                                                                                                                                                                ulama                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Profil Prof. Dr. Fauzan, Mantan Rektor UMM yang Kini Jabat Wamen Pendidikan Tinggi, Sains Dan Teknologi</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/profil-prof-dr-fauzan-mantan-rektor-umm-yang-kini-jabat-wamen-pendidikan-tinggi-sains-dan-teknologi</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/profil-prof-dr-fauzan-mantan-rektor-umm-yang-kini-jabat-wamen-pendidikan-tinggi-sains-dan-teknologi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p></p><p><span><strong>MEDIAMU.COM</strong> - </span>Prof. Dr. Fauzan, M.PD., merupakan seorang akademisi yang namanya menjadi sorotan publik setelah ditunjuk sebagai Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi dalam kabinet Indonesia maju periode 2024-2029, ia mendampingi Prof Dr Ir Satryo Soemantri Brodjonegoro yang mengisi jabatan menteri. Dalam kiprahnya di dunia pendidikan khususnya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menjadikanya sosok yang di perhitungkan dalam kancah pendidikan tinggi Indonesia.</p><p>Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ia juga melanjutkan studi S2 di Universitas Negeri Malang dan S3 di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) di bidang pendidikan hingga akhirnya meraih gelar doktor dengan masa studi selama tiga tahun. Selama berkarir di UMM fauzan juga memegang posisi-posisi strategis baik di UMM maupun Muhammadiyah, baik menjadi Biro Administrasi Umun di UMM hingga menjadi Dekan Fakultas Pendidikan di UMM.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/10/116719ed38e9d8b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="6758" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 24 Oct 2024 06:52:13 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        prof fauzan,
                                                                                                                                                                umm,
                                                                                                                                                                wakil menteri,
                                                                                                                                                                ptst,
                                                                                                                                                                muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Raja Juli Antoni: Dari Ketua Umum PP IPM Hingga Menteri Kehutanan RI</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/raja-juli-antoni-dari-ketua-umum-pp-ipm-hingga-menteri-kehutanan-ri</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/raja-juli-antoni-dari-ketua-umum-pp-ipm-hingga-menteri-kehutanan-ri</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Raja Juli Antoni menjadi Menteri Kehutanan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024). Sebelumnya, Raja Juli menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Raja Juli Antoni menjadi Menteri Kehutanan Republik Indonesia dalam Kabinet Merah Putih pada Senin (21/10/2024). Sebelumnya, Raja Juli menjabat sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.</p><p>Raja Juli dikenal sebagai seorang politikus muda yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ia lahir di Riau pada 13 Juli 1977, dalam sebuah keluarga yang memiliki pengaruh signifikan di Riau. Ia merupakan putra dari Raja Ramli Ibrahim, seorang tokoh masyarakat Lubuk Jambi yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau.</p><p>Pada tahun 2001, ia lulus dari Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah di Garut, Jawa Barat ini memperoleh gelar sarjana Ilmu Al-Qur&rsquo;an dan Tafsir dari IAIN Syarif Hidayatullah (UIN Jakarta) dengan skripsi berjudul <em>Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci</em>.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/10/116719ea5e28167.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="29933" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 24 Oct 2024 06:35:27 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        raja juli,
                                                                                                                                                                ketua umum pp ipm,
                                                                                                                                                                menteri kehutanan ri,
                                                                                                                                                                profil                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Siti Badilah Zubair, Feminis Awal di Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/siti-badilah-zubair-feminis-awal-di-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/siti-badilah-zubair-feminis-awal-di-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p><strong>Pada tahun 1913, tiga gadis yang mengawali tradisi baru di kampung Kauman dengan cara melanjutkan studi ke sekolah netral ialah Siti Bariyah, Siti Wadingah, dan Siti Dawimah. Keberhasilan tiga gadis Kauman ini dalam menuntut ilmu di sekolah umum kemudian diteruskan oleh generasi berikutnya, yaitu Siti Zaenab, Siti Aisyah, Siti Dauchah, Siti Dalalah, Siti Busyro, Siti Hayinah, dan Siti Badilah (Ahmad Adaby Darban, 2000: 47).</strong></p>
<p>Empat tahun kemudian (1917), gadis-gadis Kauman yang telah mendapat pendidikan umum tergugah kesadaran mereka untuk merintis pergerakan perempuan Islam.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d78052ce.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="51107" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 13 Aug 2018 22:08:36 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        awal,
                                                                                                                                                                feminis,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                siti badilah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Siapa Sosok Haji Hisyam, Arsitek Pendidikan Muhammadiyah itu?</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/siapa-sosok-haji-hisyam-arsitek-pendidikan-muhammadiyah-itu</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/siapa-sosok-haji-hisyam-arsitek-pendidikan-muhammadiyah-itu</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif</strong></p>
<p><strong>”Saya akan membawa kawan-kawan kita pengurus bagian sekolahan berusaha memajukan pendidikan dan pengajaran sampai dapat menegakkan gedung universiteit Muhammadiyah yang megah untuk mencetak sarjana-sarjana Islam dan maha-maha guru Muhammadiyah guna kepentingan umat Islam pada umumnya dan Muhammadiyah pada khususnya.”</strong></p>
<p>Itulah ikrar Haji Hisyam di hadapan rapat anggota Muhammadiyah yang dipimpin langsung oleh KH. Ahmad Dahlan ketika pembentukan empat departemen pertama di Muhammadiyah: Bagian Sekolahan, Bagian Tabligh, Bagian Taman Pustaka, dan Bagian Penolong Kesengsaraan Oemoem. Rapat anggota Muhammadiyah diselenggarakan pada tanggal 17 Juli 1920 di gedung <em>Hoofdbestuur</em> (HB) Muhammadiyah Kauman, Yogyakarta.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7509eaf.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="33078" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 10 Aug 2018 23:31:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        arsitek,
                                                                                                                                                                hasyim,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pendidikan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Jihad Kemanusiaan Tuhuleley</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/jihad-kemanusiaan-tuhuleley</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/jihad-kemanusiaan-tuhuleley</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: M. Fuad Nasar
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: M. Fuad Nasar</strong></p>
<p>Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) meluncurkan <em>Klinik Apung Said Tuhuleley</em>. Klinik Apung diinisiasi oleh LazisMu sebagai <em>dakwah bil hal </em>Muhammadiyah.  Layanan kesehatan dengan konsep <em>floating clinic</em> berupa kapal laut itu digagas untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau oleh layanan kesehatan primer, terutama di Kepulauan Maluku.</p>
<p>Siapakah Said Tuhuleley yang diabadikan menjadi nama Klinik Apung Lazis Muhammadiyah?</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d79df9b1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="42042" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 04 Aug 2018 22:58:03 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        aktivis,
                                                                                                                                                                istirahat,
                                                                                                                                                                jihad,
                                                                                                                                                                kemanusiaan,
                                                                                                                                                                masyarakat,
                                                                                                                                                                menderita,
                                                                                                                                                                rakyat,
                                                                                                                                                                said tuhuleley                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Haji Fachrodin, Pahlawan Media dari Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/haji-fachrodin-pahlawan-media-dari-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/haji-fachrodin-pahlawan-media-dari-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Ma&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Ma&#8217;arif*</strong></p>
<p>Tokoh kita ini bernama Haji Fachrodin bukan K.H. AR. Fachruddin! Hingga kini, banyak aktivis Muhammadiyah salah dengar nama Haji Fachrodin. Dalam benak mereka, membayangkan Haji Fachrodin sama dengan sosok K.H. AR. Fachruddin, ketua umum pimpinan pusat Muhammadiyah periode 1968-1990. Haji Fachrodin adalah salah putra Haji Hasyim Ismail (Lurah Kraton). Adapun AR. Fachruddin adalah putra Kiai Fachruddin, seorang tokoh Muhammadiyah dari Kulonprogo.</p>
<p>Haji Fachrodin kecil bernama Muhammad Jazuli, lahir pada tahun 1890 (H.M.J. Anies, 1930: 5). Adik kandung Daniel (Kiai Syujak) ini tergolong anak yang memiliki watak tegas. Dia memiliki kemauan kuat dan berjiwa mandiri. Perawakan Djazoeli memang tak sebesar dan setinggi Daniel. Badannya tampak tegap. Kulitnya hitam manis dan hidungnya mancung. Tatapan matanya begitu tajam. Di lihat dari kontur bibirnya menggambarkan karakter seorang anak yang tak kenal rasa takut (Djarnawi Hadikusumo, 1977).</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7700c44.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="96062" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 04 Aug 2018 22:54:11 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        fachrodin,
                                                                                                                                                                haji,
                                                                                                                                                                media,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pahlawan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sejarah Kiai Ahmad Dahlan dalam dunia Jurnalistik</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/sejarah-kiai-ahmad-dahlan-dalam-dunia-jurnalistik</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/sejarah-kiai-ahmad-dahlan-dalam-dunia-jurnalistik</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p><strong>Tidak banyak yang tahu kiprah KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, dalam dunia pers pergerakan. Bahkan, Buya Syafii Maarif pernah menegaskan bahwa sosok pendiri Muhammadiyah ini tidak pernah meninggalkan karya tulis, lebih mengutamakan aksi ketimbang teori. Betulkah demikian?</strong></p>
<p>Wajarlah jika para peneliti Muhammadiyah menempatkan sosok Kiai Ahmad Dahlan sebagai seorang pragmatis. Namun, secuil informasi yang akan penulis sampaikan dalam artikel ini, setidak-tidaknya, akan mengubah persepsi terhadap sosok Kiai Ahmad Dahlan. Mengapa?</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7ca51a7.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="149929" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 01 Aug 2018 12:55:28 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                dunia,
                                                                                                                                                                jurnalistik,
                                                                                                                                                                literasi,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sejarah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Muhammad Ihsan, Wisudawan Double Degree UMY: Dunia Terlalu Luas Untuk Berdiam Diri</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/muhammad-ihsan-wisudawan-double-degree-umy-dunia-terlalu-luas-untuk-berdiam-diri</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/muhammad-ihsan-wisudawan-double-degree-umy-dunia-terlalu-luas-untuk-berdiam-diri</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - Menempuh dan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya tentu sudah menjadi cita-cita setiap orang. Memiliki pendidikan tinggi juga segudang pengalaman pastinya akan memberikan makna hidup dan dapat membuka jendela dunia dengan jauh lebih sempurna. Walau dengan demikian, kendala ekonomi hingga saat ini masih menjadi penghalang bagi generasi muda di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tersebut.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA</strong> - Menempuh dan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya tentu sudah menjadi cita-cita setiap orang. Memiliki pendidikan tinggi juga segudang pengalaman pastinya akan memberikan makna hidup dan dapat membuka jendela dunia dengan jauh lebih sempurna. Walau dengan demikian, kendala ekonomi hingga saat ini masih menjadi penghalang bagi generasi muda di Indonesia untuk mendapatkan pendidikan tersebut.&nbsp;</p><p>Hal ini pun dirasakan oleh Muhammad Ihsan sebagai salah satu wisudawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Periode I Tahun Akademik 2024/2025. Muhammad Ihsan yang akrab disapa Ihsan merupakan seorang mahasiswa Teknik Elektro UMY ini mengisahkan perjuangannya selama empat tahun menempuh pendidikan sarjana hingga meraih IPK 3.87. Dalam momentum wisuda UMY TA 2024/2025 hari kedua, Kamis (5/9) ia bahkan meraih penghargaan sebagai Wisudawan dengan Prestasi Terbanyak</p><p>Ihsan menjadi salah satu mahasiswa UMY yang cukup aktif dengan mengikuti berbagai perlombaan robotic dan memiliki segudang prestasi lainnya. Ia juga menjadi salah satu penerima Beasiswa Prestasi Unggulan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Tidak berhenti di situ saja, uniknya anak pertama dari dua bersaudara ini menjadi pencetus dan berhasil menyelesaikan studinya dengan program double degree pertama di Teknik Elektro UMY. Selama menjalankan program double degree, Ihsan memilih untuk mengambil jurusan Computer Science di Asia University (AU) untuk memperdalam ilmu yang sudah didapatkan dari semester 1 hingga 6 di Teknik Elektro UMY.&nbsp;</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/09/1166de7b3ae79ad.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="434262" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 09 Sep 2024 04:36:59 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kenal Dekat Almh. Nahar Miladi, Kader Sejati Sejak Dini dan Pengayom Semua Kader</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kenal-dekat-almh-nahar-miladi-kader-sejati-sejak-dini-dan-pengayom-semua-kader</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kenal-dekat-almh-nahar-miladi-kader-sejati-sejak-dini-dan-pengayom-semua-kader</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Muhammadiyah berduka dengan kehilangan salah satu kader terbaiknya. Nahar Miladi, S.E., seorang kader perempuan yang luar biasa menginspirasi, akrab dengan semua pihak, dan mengayomi para kader muda, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Ahad (7/7) di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan dimakamkan di Taman Makam Husnul Khatimah, Kulon Progo.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM - </strong>Muhammadiyah berduka dengan kehilangan salah satu kader terbaiknya. Nahar Miladi, S.E., seorang kader perempuan yang luar biasa menginspirasi, akrab dengan semua pihak, dan mengayomi para kader muda, telah berpulang ke Rahmatullah pada hari Ahad (7/7) di RS PKU Muhammadiyah Gamping dan dimakamkan di Taman Makam Husnul Khatimah, Kulon Progo.&nbsp;</p><p>Nahar Miladi atau yang akrab disapa Bu Ahang lahir di Cilacap, 22 Juni 1975. Ia mengawali pendidikannya di sebuah SD Negeri yang berada di Cilacap. Lalu melanjutkannya ke SMP Muhammadiyah di kota yang sama, dan setelahnya hijrah ke kota Yogyakarta untuk lanjut ke SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta. Usai menamatkan sekolahnya, kemudian Bu Ahang melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi, tepatnya di Universitas Islam Indonesia, jurusan Ekonomi.&nbsp;</p><p>Almarhumah sejak remaja memang seorang aktivis sejati. Hal itu ditunjukkan ketika mulai aktif di Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) Ranting SMA Muhammadiyah 5 Yogyakarta bidang kader. Kemudian, lanjut ke Pimpinan Daerah IRM Kota Yogyakarta sebagai bidang Irmawati periode 1994-1995. Lalu, beranjak ke Pimpinan Wilayah IRM DIY menjadi Bendahara Umum tahun 1995-1997, hingga mendapatkan amanah sebagai Bidang Irmawati di Pimpinan Pusat IRM tahun 1997-1999.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/07/115668c79c8c3a6c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="20259" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 08 Jul 2024 23:46:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kenalan dengan Fahrul Nurkolis, Mahasiswa UIN Jogja yang Punya 77 Karya Ilmiah Scopus</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kenalan-dengan-fahrul-nurkolis-mahasiswa-uin-jogja-yang-punya-77-karya-ilmiah-scopus</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kenalan-dengan-fahrul-nurkolis-mahasiswa-uin-jogja-yang-punya-77-karya-ilmiah-scopus</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA -&nbsp;Indonesia mempunyai segudang ilmuwan dan cendekiawan yang berkualitas skala internasional. Hal itu terlihat dari berapa banyak karya ilmiah yang terpublikasi dalam jurnal internasional, seperti Scopus.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA -&nbsp;</strong>Indonesia mempunyai segudang ilmuwan dan cendekiawan yang berkualitas skala internasional. Hal itu terlihat dari berapa banyak karya ilmiah yang terpublikasi dalam jurnal internasional, seperti Scopus.&nbsp;</p><p>Salah satu orang itu adalah Fahrul Nurkolis. Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (UIN Jogja) itu menjadi salah satu wisudawan tercepat pada wisuda periode III pada Selasa (14/5).</p><p>Pada momentum itu, Ia terpilih menjadi salah satu wisudawan tercepat setelah menempuh pendidikan selama 3 tahun 7 bulan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/05/116643931bcf72b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="820958" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 14 May 2024 16:36:59 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sejenak Mengenal Rizky Ridho, Kapten Masa Depan Timnas yang Juga  Kader Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/sejenak-mengenal-rizky-ridho-kapten-masa-depan-timnas-yang-juga-kader-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/sejenak-mengenal-rizky-ridho-kapten-masa-depan-timnas-yang-juga-kader-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Semenjak Piala Asia U-23 bergulir dari 15 April lalu, laju tim nasional sepak bola Indonesia menjadi sorotan. Kali ini, berkat kegemilangan anak asuh Shin Tae Yong dalam menghadapi musuh-musuhnya. Dari kekalahan melawan Qatar di pertandingan pertama, timnas tak terkalahkan dan melaju hingga semifinal. Bahkan, Timnas mampu mengalahkan Korea Selatan, negara asal pelatih Indonesia tersebut. Kegemilangan ini tak lepas dari berbagai aspek, termasuk salah satunya determinasi pemain di atas lapangan. Berbicara pemain, maka nama Rizky Ridho menjadi satu nama yang patut dibicarakan.Dari Sepak Bola Jalanan Hingga Tim Nasional ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Semenjak Piala Asia U-23 bergulir dari 15 April lalu, laju tim nasional sepak bola Indonesia menjadi sorotan. Kali ini, berkat kegemilangan anak asuh Shin Tae Yong dalam menghadapi musuh-musuhnya. Dari kekalahan melawan Qatar di pertandingan pertama, timnas tak terkalahkan dan melaju hingga semifinal. Bahkan, Timnas mampu mengalahkan Korea Selatan, negara asal pelatih Indonesia tersebut. Kegemilangan ini tak lepas dari berbagai aspek, termasuk salah satunya determinasi pemain di atas lapangan. Berbicara pemain, maka nama Rizky Ridho menjadi satu nama yang patut dibicarakan.</p><h4>Dari Sepak Bola Jalanan Hingga Tim Nasional</h4><p>Rizky Ridho Ramadhani, bek tengah yang lahir di Surabaya pad 21 November 2001, telah menunjukkan bakatnya dalam sepak bola sejak usia muda. Sebelum memulai perjalanan di akademi sepak bola lokal, Rizky kecil adalah penggila sepak bola yang tak segan bermain di gang dan jalanan.</p><p><span>&ldquo;Awalnya saya sering bermain bola di depan rumah, di gang rumah bahkan di jalan raya, namun lama kelamaan bapak takut kalau saya tertabrak motor akhirnya saya diikutkan SSB di Simo Putra,&rdquo; ucapnya dalam sebuah wawancara.</span></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/04/11662f535bcf07c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="34687" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 29 Apr 2024 07:59:57 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        rizky,
                                                                                                                                                                ridho,
                                                                                                                                                                kapten,
                                                                                                                                                                timnas,
                                                                                                                                                                kader                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Profil dan Karya Syekh Hasan Syadzili</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/profil-dan-karya-syekh-hasan-sadzali</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/profil-dan-karya-syekh-hasan-sadzali</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Profil dan Karya Syekh Hasan SadzaliSiapakah Syekh Hasan Sadzali ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Profil dan Karya Syekh Hasan Sadzali</p><h2>Siapakah S<span>yekh Hasan Sadzali</span></h2><div class="react-scroll-to-bottom--css-aoxuy-1n7m0yu"><div class="flex flex-col pb-9 text-sm"><div class="w-full text-token-text-primary sm:AIPRM__conversation__response" data-testid="conversation-turn-21"><div class="px-4 py-2 justify-center text-base md:gap-6 m-auto"><div class="flex flex-1 text-base mx-auto gap-3 md:px-5 lg:px-1 xl:px-5 md:max-w-3xl lg:max-w-[40rem] xl:max-w-[48rem] group final-completion"><div class="relative flex w-full flex-col lg:w-[calc(100%-115px)] agent-turn"><div class="flex-col gap-1 md:gap-3"><div class="flex flex-grow flex-col max-w-full"><div data-message-author-role="assistant" data-message-id="26a04810-086a-4f29-b07d-e0832064b551" class="min-h-[20px] text-message flex flex-col items-start gap-3 whitespace-pre-wrap break-words [.text-message+&amp;]:mt-5 overflow-x-auto"><div class="markdown prose w-full break-words dark:prose-invert dark AIPRM__conversation__response"><p>Beliau adalah seorang ulama dan intelektual Muslim yang terkenal dengan pengetahuan mendalamnya tentang agama Islam, serta kontribusinya yang besar dalam mengembangkan pemahaman agama di komunitasnya.</p><p>Sebagian besar hidupnya dihabiskan untuk belajar tentang agama Islam dan berbagai cabang ilmu yang terkait. <span>syekh hasan sadzali</span> menjadi seorang guru serta pemimpin spiritual bagi banyak orang di daerahnya.</p><h2>Kepribadian S<span>yekh Hasan Sadzali</span></h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/12765b74c2d27114.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1003962" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 29 Jan 2024 06:56:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        syekh hasan sadzali                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>KH Muthalib Usman: Ulama, Pejuang, dan Tokoh Pendiri Muhammadiyah Depok Jawa Barat</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kh-muthalib-usman-ulama-pejuang-dan-tokoh-pendiri-muhammadiyah-depok-jawa-barat</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kh-muthalib-usman-ulama-pejuang-dan-tokoh-pendiri-muhammadiyah-depok-jawa-barat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BANDUNG &ndash; Dalam resepsi Milad 111 tahun Muhammadiyah yang berlangsung di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, pada 16 Desember 2023 lalu, PWM Jawa Barat memberikan Anugerah Lifetime Achievement kepada KH Muthalib Usman. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>BANDUNG</strong> &ndash; Dalam resepsi Milad 111 tahun Muhammadiyah yang berlangsung di Gedung Budaya Sabilulungan Soreang, Kabupaten Bandung, pada 16 Desember 2023 lalu, PWM Jawa Barat memberikan Anugerah Lifetime Achievement kepada KH Muthalib Usman.</p><p>Secara terpisah, salah satu cucu KH Muthalib Usman, Eriza Rahmasari, mengucapkan terima kasih kepada PWM Jawa Barat dan juga pemerintah karena jasa dan perjuangan sang kakek mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa.</p><p>&rdquo;Ketika kakek kami meninggal dunia, saya waktu itu masih kuliah. Kami merasakan betul kehangatan dan karisma beliau,&rdquo; tutur Eriza via pesan singkat pada Jumat (19/01/2024).</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/1165ab151c1e9f1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="52132" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 20 Jan 2024 00:35:29 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muthalib usman,
                                                                                                                                                                ulama,
                                                                                                                                                                pejuang,
                                                                                                                                                                tokoh,
                                                                                                                                                                muhammadiyah depo                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Berita Duka! Rizal Ramli Eks Menko Kemaritiman Meninggal Dunia</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/berita-duka-rizal-ramli-eks-menko-kemaritiman-meninggal-dunia</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/berita-duka-rizal-ramli-eks-menko-kemaritiman-meninggal-dunia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ JAKARTA - Berita duka menyelimuti dengan meninggalnya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, yang dikonfirmasi secara resmi. Rizal Ramli menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><span><strong>JAKARTA</strong> - Berita duka menyelimuti dengan meninggalnya mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, yang dikonfirmasi secara resmi. </span><span>Rizal Ramli menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.</span></p><p><span>Kabar kepergiannya tersebar melalui pesan singkat yang dikirim oleh keluarganya, yang menyatakan bahwa Rizal Ramli wafat pada tanggal 2 Januari 2024 pukul 19.30 WIB.</span></p><p><span>"Telah berpulang, bapak/kakek/mertua kami, Rizal Ramli pada tanggal 2 Januari 2024 pukul 19.30 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Kami segenap keluarga memohon maaf jika ada kesalahan beliau selama hidupnya," demikian bunyi pesan singkat tersebut.<br /></span></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/1276594362b593d1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="46826" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 02 Jan 2024 16:14:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        rizal ramli,
                                                                                                                                                                eks menko kemaritiman,
                                                                                                                                                                meninggal dunia,
                                                                                                                                                                berita duka                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>KH Omo Suyatna: Tokoh Muhammadiyah Pionir Reformis Keagamaan di Jawa Barat</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kh-omo-suyatna-tokoh-muhammadiyah-pionir-reformis-keagamaan-di-jawa-barat</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kh-omo-suyatna-tokoh-muhammadiyah-pionir-reformis-keagamaan-di-jawa-barat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - KH Omo Suyatna, seorang tokoh reformis keagamaan yang lahir 96 tahun yang lalu di Leuwi Peusing, Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah keagamaan di wilayah tersebut.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - KH Omo Suyatna, seorang tokoh reformis keagamaan yang lahir 96 tahun yang lalu di Leuwi Peusing, Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, meninggalkan jejak yang mendalam dalam sejarah keagamaan di wilayah tersebut.&nbsp;</p><p>Ia berasal dari keluarga ajengan reformis di Sariwangi dengan ayahanda bernama KH Ahmad yang juga merupakan tokoh yang disegani di Leuwi Peusing, Singaparna, Tasikmalaya.&nbsp;</p><p>Ia berkerabat langsung dengan KH Muhammad Syabandi (Mama Cilenga), pendiri Pesantren Cilenga, Singaparna, Tasikmalaya, salah satu pesantren tertua di Kabupaten Tasikmalaya.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/11659fe99786f18.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="124172" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 11 Jan 2024 13:14:06 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Lebih Dekat Dengan Din Syamsudin, Ketua Umum PP Muhammadiyah Ke&amp;14</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/lebih-dekat-dengan-din-syamsudin-ketua-umum-pp-muhammadiyah-ke-14</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/lebih-dekat-dengan-din-syamsudin-ketua-umum-pp-muhammadiyah-ke-14</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pria yang akrab disapa dengan Din Syamsuddin ini lahir pada 31 Agustus 1958 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Berbeda dengan ketua umum sebelumnya, dia pernah mengenyam pendidikan di lembaga Nahdlatul Ulama yakni di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.&nbsp;
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pria yang akrab disapa dengan Din Syamsuddin ini lahir pada 31 Agustus 1958 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Berbeda dengan ketua umum sebelumnya, dia pernah mengenyam pendidikan di lembaga Nahdlatul Ulama yakni di Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama Sumbawa Besar, Nusa Tenggara Barat.&nbsp;</p>
<p></p>
<p>Din kemudian melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Jawa Timur dan menyelesaikannya pada tahun 1975. Pada bangku perkuliahan dia belajar di IAIN Syarif Hidayatullah, S2 dan S3 beliau di University of California Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat.&nbsp;</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1276546de8542554.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="112940" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 05 Nov 2023 00:15:39 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        din syamsudin,
                                                                                                                                                                ketua umum pp muhammadiyah,
                                                                                                                                                                biografi,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                muslim berpengaruh                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Hidup Ayah dari Imam Syafi&amp;apos;i</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kisah-hidup-ayah-dari-imam-syafii</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kisah-hidup-ayah-dari-imam-syafii</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Kisah Hidup Ayah dari Imam Syafi'iBiografi Singkat Ayah Imam Syafi'i ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Kisah Hidup Ayah dari Imam Syafi'i</p><h2>Biografi Singkat Ayah Imam Syafi'i</h2><p><span>Nama ayah Imam Syafii adalah Al-Syafi'i. Ia berasal dari Gaza, Palestina, dan dikenal sebagai seorang sufi yang saleh dan taat beragama. Al-Syafi'i menikah dengan seorang wanita dari suku Quraisy, yang merupakan keturunan langsung dari Nabi Muhammad SAW. Dari pernikahan ini, lahirlah Muhammad bin Idris, yang kelak menjadi terkenal sebagai Imam Syafii.</span></p><h2><span>Peran Krusial Ayah&nbsp;</span>Imam Syafi'i</h2><p>Ayah Imam Syafii, Al-Syafi'i, memainkan peran krusial dalam kehidupan Imam Syafii walaupun waktu bersamanya sangat singkat. Al-Syafi'i lahir di Gaza, Palestina, dan dikenal sebagai seorang sufi yang taat dan penuh kebijaksanaan. Walaupun catatan tentang kehidupannya terbatas, ia terkenal sebagai orang yang sangat saleh dan memiliki pengetahuan mendalam tentang agama.</p><h2>Al-Syafi'i Menikah dengan Keturunan Rasullullah</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/127659a78b51c471.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1229438" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 07 Jan 2024 10:11:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ayah imam syafii,
                                                                                                                                                                al-syafii                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Prof. Abdul Mu’ti tentang Prof. Baedhowi: Bijak dalam Memutuskan Sesuatu</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/prof-abdul-muti-tentang-prof-baedhowi-bijak-dalam-memutuskan-sesuatu</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/prof-abdul-muti-tentang-prof-baedhowi-bijak-dalam-memutuskan-sesuatu</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam:



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam:</p>



<p><em>Saya banyak belajar dari almarhum tentang bagaimana perjalanan hidup yang seperti mengalir dan Allah senantiasa memberi jalan dan kemudahan bagi beliau ketika memberikan yang terbaik untuk umat dan bangsa.</em></p>



<p><em>Prof. Baedhowi merupakan teladan, hamba Allah yang diberikan umur panjang dan banyak amal shalih dalam kehidupannya.</em></p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d95b7e1b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="46184" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 06 Jul 2021 12:20:38 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        abdul mu&#039;ti,
                                                                                                                                                                baedhowi,
                                                                                                                                                                bijak,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                memutuskan,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                nizam zulfa,
                                                                                                                                                                sesuatu                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Jejak Dedikasi dan Pengabdian KH Moch Miskun Asy&amp;Syatibi</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/jejak-dedikasi-dan-pengabdian-kh-moch-miskun-asy-syatibi</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/jejak-dedikasi-dan-pengabdian-kh-moch-miskun-asy-syatibi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Dalam kisah kehidupan suatu gerakan, terdapat tokoh-tokoh yang mewarnai jejak perjalanan dengan dedikasi dan pengabdian luar biasa.&nbsp;Salah satu sosok yang menonjol dalam perjuangan dakwah Muhammadiyah di Jawa Barat adalah KH Moch Miskun Asy-Syatibi. Tokoh ulama yang karismatik ini bukan sekadar pelaku sejarah, melainkan penjaga warisan nilai dan semangat Persyarikatan.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Dalam kisah kehidupan suatu gerakan, terdapat tokoh-tokoh yang mewarnai jejak perjalanan dengan dedikasi dan pengabdian luar biasa.&nbsp;<br />Salah satu sosok yang menonjol dalam perjuangan dakwah Muhammadiyah di Jawa Barat adalah KH Moch Miskun Asy-Syatibi. Tokoh ulama yang karismatik ini bukan sekadar pelaku sejarah, melainkan penjaga warisan nilai dan semangat Persyarikatan.&nbsp;</p><p>Dengan akar yang dalam di pergerakan Muhammadiyah, KH Moch Miskun Asy-Syatibi membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya terukir di buku sejarah, tetapi mengalir dalam setiap napas kehidupan sehari-hari. Atas dasar itu Muhammadiyah Jawa Barat memberikan penghargaan Anugerah Lifetime Achievement.</p><p>Dalam momen wawancara eksklusif, haru dan ungkapan terima kasih dari salah satu anggota keluarga, Hanifah, mengalir tulus. &rdquo;Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat atas penghargaan ini,&rdquo; ujarnya dengan penuh rasa syukur.&nbsp;</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/116597c27c367f1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="137828" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 05 Jan 2024 08:51:22 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                dedikasi,
                                                                                                                                                                pengabdian,
                                                                                                                                                                moch miskun asy-syatibi,
                                                                                                                                                                jawa barat                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kiai Dahlan Melelang Harta Benda untuk Gaji Guru Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kiai-dahlan-melelang-harta-benda-untuk-gaji-guru-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kiai-dahlan-melelang-harta-benda-untuk-gaji-guru-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Kejadiannya kira-kira di sekitar tahun 1921-an.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Kejadiannya kira-kira di sekitar tahun 1921-an.</p>



<p>Suatu siang KHA Dahlan memukul kentongan mengundang penduduk Kauman ke rumahnya. Penduduk Kauman berduyun-duyun ke rumahnya. Setelah banyak orang berkumpul di rumahnya, KHA Dahlan pidato yang isinya menyatakan bahwa kas Muhammadiyah kosong. Sementara guru-guru Muhammadiyah belum digaji. Muhammadiyah memerlukan uang kira-kira 500 gulden untuk menggaji guru, karyawan dan membiayai sekolah Muhammadiyah.</p>



<p>Karena itu KHA Dahlan menyatakan melelang seluruh barang-barang yang ada di rumahnya. Pakaian, almari, meja kursi, tempat-tempat tidur, jam dinding, jam berdiri, lampu-lampu dan lain-lain. Ringkasnya KHA Dahlan melelang semua barang-barang miliknya itu dan uang hasil lelang itu seluruhnya akan dipakai untuk membiayai sekolah Muhammadiyah, khususnya untuk menggaji guru dan karyawan.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8c36c2b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="34543" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 01 May 2020 11:18:29 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        benda,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                gaji,
                                                                                                                                                                guru,
                                                                                                                                                                harta,
                                                                                                                                                                kiai dahlan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                melelang,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ibnu Taimiyah Ulama Cendekiawan Muslim</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/ibnu-taimiyah-ulama-cendekiawan-muslim</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/ibnu-taimiyah-ulama-cendekiawan-muslim</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Ibnu Taimiyah Ulama Cendekiawan MuslimProfile Singkat Ibnu Taimiyah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Ibnu Taimiyah Ulama Cendekiawan Muslim</p><h2>Profile Singkat Ibnu Taimiyah</h2><p>Ibnu Taimiyah, dengan nama lengkap Taqī ad-Dīn Abu'l-ʿAbbās Ahmad ibn ʿAbd al-Ḥalīm ibn ʿAbd as-Salām ibn ʿAbd Allāh ibn Abī al-Qāsim ibn al-Ṭaymiyyah, adalah seorang cendekiawan dan ulama Islam yang dilahirkan pada tanggal 22 Januari 1263 Masehi (atau 10 Rabi' al-Awwal 661 H) di Harran, yang pada saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Seljuk. Beliau kemudian meninggal pada tanggal 26 September 1328 Masehi (atau 20 Dzul-Qa'dah 728 H) di Damascus, Suriah. Ibnu Taimiyah dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pemikiran Islam dan memiliki pengaruh besar dalam perkembangan pemikiran Islam di masa berikutnya. Beliau terkenal dengan pendekatan pemikirannya yang kritis dan reformis dalam memahami ajaran Islam.</p><h2>Kemampuan Berpikir Tajam dan Pintar</h2><p>Ibnu Taimiyah dikenal sebagai seorang cendekiawan yang cerdas dengan kemampuan berpikir yang tajam. Dia memiliki pemahaman yang mendalam tentang berbagai bidang ilmu, termasuk agama, filsafat, dan pengetahuan.</p><h3>2. Ketegasan Dalam Pendirian</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/12765880b17732bb.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="37988" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 24 Dec 2023 10:44:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ibnu taimiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sekilas tentang Kepribadian Pak AR menurut Pak Amien Rais</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/sekilas-tentang-kepribadian-pak-ar-menurut-pak-amien-rais</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/sekilas-tentang-kepribadian-pak-ar-menurut-pak-amien-rais</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Bagi masyarakat Islam Indonesia, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, nama Pak AR tetap melekat kuat dalam ingatan mereka, sekalipun Pak AR sudah wafat beberapa waktu silam. K.H. Abrurrazaq Fachruddin, yang akrab dipanggil Pak AR dapat dikatakan telah menjadi nurani Ummat Islam Indonesia, setidak-tidaknya nurani Muhammadiyah.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Bagi masyarakat Islam Indonesia, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, nama Pak AR tetap melekat kuat dalam ingatan mereka, sekalipun Pak AR sudah wafat beberapa waktu silam. K.H. Abrurrazaq Fachruddin, yang akrab dipanggil Pak AR dapat dikatakan telah menjadi nurani Ummat Islam Indonesia, setidak-tidaknya nurani Muhammadiyah.</p>



<p>Saya mengenal almarhum sejak tahun 1962 ketika mulai menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada. Saya tinggal di Kauman Yogyakarta, tidak begitu jauh dari rumah Pak AR. Sejak itu pulalah saya berkenalan akrab dengan Pak AR.</p>



<p>Terus terang sulit bagi saya meringkas dengan kata-kata terbatas untuk menggambarkan Pak AR secara utuh. Paling tidak ada lima atribut yang dapat dikaitkan dengan hidup dan kepribadian Pak AR.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8a61ed0.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="86574" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 19 Apr 2020 11:50:20 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        amien rais,
                                                                                                                                                                ar fakhruddin,
                                                                                                                                                                dinamis,
                                                                                                                                                                kepribadian,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                sekilas                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kisah Rabiah al Adawiyah Dengan Konsistensinya</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kisah-rabiah-al-adawiyah-dengan-konsistensinya</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kisah-rabiah-al-adawiyah-dengan-konsistensinya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Kisah Rabiah al Adawiyah Dengan KonsistensinyaRabiah al Adawiyah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Kisah Rabiah al Adawiyah Dengan Konsistensinya</p><h2>Rabiah al Adawiyah</h2><p>Kisah Rabiah al Adawiyah yang mendapat lamaran pernikahan adalah cerita yang memberikan inspirasi kepada banyak orang. Rabiah al Adawiyah merupakan wanita sufi terkemuka dari Basra, Irak, yang hidup di abad ke-8. Ia terkenal karena cintanya yang luar biasa kepada Tuhan dan penolakannya terhadap pernikahan yang bersifat duniawi.</p><h2>Pribadi Rabiah al Adawiyah&nbsp;</h2><p>Rabiah adalah seorang yang sangat beriman dan memiliki cinta yang sangat besar kepada Tuhan. Dia terkenal karena pandangannya yang istimewa tentang cinta kepada Yang Ilahi, di mana dia menekankan betapa pentingnya mencintai Tuhan karena keindahan dan hakikat-Nya, bukan karena takut terhadap hukuman neraka atau dengan harapan akan surga. Konsep ini menjadikannya terkenal sebagai salah satu tokoh sufi wanita pertama yang mengungkapkan konsep cinta kepada Yang Ilahi dalam Islam.</p><h2>Kehidupan Rabiah&nbsp;</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1276587f68aaacaf.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="58227" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 24 Dec 2023 09:15:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Terima Kasih Pak Nadjikh</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/terima-kasih-pak-nadjikh</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/terima-kasih-pak-nadjikh</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji&#8217;un. Muhammadiyah berduka. Salah seorang kader terbaiknya dipanggil Allah SWT. Beliau adalah Bapak Muhammad Nadjikh, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah. Pak Nadjikh meninggal dunia pada Jum&#8217;at 17 April 2020 pukul 10.00 WIB. Semoga diampun segala dosanya, mendapat tempat terbaik di sisiNya.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji&#8217;un. Muhammadiyah berduka. Salah seorang kader terbaiknya dipanggil Allah SWT. Beliau adalah Bapak Muhammad Nadjikh, Ketua Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan PP Muhammadiyah. Pak Nadjikh meninggal dunia pada Jum&#8217;at 17 April 2020 pukul 10.00 WIB. Semoga diampun segala dosanya, mendapat tempat terbaik di sisiNya.</p>



<p>&#8220;Mohon doa dari semuanya. Semoga husnul khatimah dan amal ibadahnya diterima Allah SWT,” kata Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, seperti ditulis muhammadiyah.id.</p>



<p>Almarhum adalah pengusaha dan saudagar cukup dikenal. Selain aktif di Muhammadiyah, beliau adalah CEO PT Kelola Mina Laut. Setelah dapat amanat sebagai Ketua MEK PP Muhammadiyah, Pak Nadjikh gigih membentuk dan mengembangkan aktivitas Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d89757ca.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="52231" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 17 Apr 2020 23:45:40 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                nadjikh,
                                                                                                                                                                terima kasih                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Bangun Puluhan Sekolah di Banyuasin, Mukardi Raih Muhammadiyah Award</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/bangun-puluhan-sekolah-di-banyuasin-mukardi-raih-muhammadiyah-award</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/bangun-puluhan-sekolah-di-banyuasin-mukardi-raih-muhammadiyah-award</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - &nbsp;Setiap puncak Resepsi Milad Muhammadiyah diselenggarakan, dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan anugerah Muhammadiyah Awards kepada sosok pencerah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong><span>YOGYA - </span></strong><span>&nbsp;Setiap puncak Resepsi Milad Muhammadiyah diselenggarakan, dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan anugerah Muhammadiyah Awards kepada sosok pencerah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan universal.</span></p>
<p><span>Pada Resepsi Milad ke-111 Muhammadiyah, hari Sabtu (4 Jumadil Awwal 1445 H bertepatan 18 November 2023) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan anugerah tersebut kepada Mukardi. Seorang guru Muhammadiyah yang fenomenal, sebab selain mendidik dia juga membangun puluhan sekolah Muhammadiyah di tempatnya mengajar.</span></p>
<p><span>Mukardi (55 tahun) lahir dan besar di Tuban, Jawa Timur. Pada tahun 1988, ia pindah ke Sumatera Selatan menjadi guru honorer dan pada 1991 Mukardi diangkat menjadi PNS. </span></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/127655b217c0d087.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="266572" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 20 Nov 2023 09:07:08 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah award,
                                                                                                                                                                mukardi,
                                                                                                                                                                sekolah,
                                                                                                                                                                banyuasin                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Dengan DOA, Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin jadi Kepala Sekolah Inovatif se&amp;DIY   </title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/dengan-doa-kepala-smp-muhammadiyah-al-mujahidin-jadi-kepala-sekolah-inovatif-se-diy</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/dengan-doa-kepala-smp-muhammadiyah-al-mujahidin-jadi-kepala-sekolah-inovatif-se-diy</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ GUNUNGKIDUL - Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh sekolah Muhammadiyah. Kali ini datang dari Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Agus Suroyo, S.Pd.I., M.Pd.I. yang meraih meraih penghargaan Peringkat 1 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kategori Inovatif untuk Kepala SMP tingkat provinsi.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong><span>GUNUNGKIDUL -</span></strong><span> Prestasi luar biasa kembali ditorehkan oleh sekolah Muhammadiyah. Kali ini datang dari Kepala SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Agus Suroyo, S.Pd.I., M.Pd.I. yang meraih meraih penghargaan Peringkat 1 Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kategori Inovatif untuk Kepala SMP tingkat provinsi.</span></p>
<p><span>Penghargaan ini merupakan penghargaan untuk kepala sekolah inovatif. Diikuti oleh kepala sekolah se-DIY baik negeri maupun swasta. Lomba ini diadakan oleh Dirjen GTK Kemendikbud RI dengan mengambil 3 terbaik tingkat provinsi. Pada 2023 ini, jumlah penerima penghargaan ada 22 kategori, diantaranya adalah kepala sekolah Inovatif yang diraih Agus Suroyo. Peringkat 1 akan mewakili DIY maju tingkat nasional.</span></p>
<p><span>"Alhamdulillah (bersyukur) atas pencapaian ini. Semoga bisa di Tingkat nasional juga dapat meraih peringkat 1," ucap Agus kepada Mediamu, Senin (29 Rabiul Akhir 1445 H bertepatan 13 November 2023).</span></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1276553732a88e0c.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="31521" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 14 Nov 2023 13:17:32 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        agus suroyo,
                                                                                                                                                                smp muhammadiyah al mujahidin,
                                                                                                                                                                gtk inovatif,
                                                                                                                                                                doa,
                                                                                                                                                                kepala sekolah terbaik                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengayuh Sepeda untuk Menghidup&amp;hidupi Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/mengayuh-sepeda-untuk-menghidup-hidupi-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/mengayuh-sepeda-untuk-menghidup-hidupi-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ SEPULANG dari acara pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda
Muhammadiyah (PWPM) DIY, tepat di depan gerbang kampus I Universitas Ahmad
Dahlan (UAD) Yogyakarta, saya sempat berhenti sejenak, saat mengetahui ada
seorang Kokam mengayuh sepeda, Ahad (28/4/2019) bakda Dzuhur. 



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>SEPULANG dari acara pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda
Muhammadiyah (PWPM) DIY, tepat di depan gerbang kampus I Universitas Ahmad
Dahlan (UAD) Yogyakarta, saya sempat berhenti sejenak, saat mengetahui ada
seorang Kokam mengayuh sepeda, Ahad (28/4/2019) bakda Dzuhur. </p>



<p>Namanya (ndan) Santoso. Rumahnya di Jalan Palagan, Jongkang,
Sariharjo, Ngaglik, Sleman. </p>



<p>Ndan Santoso (38 th) dan belum berumah tangga ini, mengaku sudah
terbiasa mengayuh sepeda ontelnya untuk mengikuti giat pengamanan di lingkungan
Muhammadiyah, utamanya di Sleman. </p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d833e213.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="97981" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 29 Apr 2019 23:20:04 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pelantikan,
                                                                                                                                                                pemuda muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sepeda                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Budayawan Mustofa W. Hasyim Berguru kepada 40 Pendekar</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/budayawan-mustofa-w-hasyim-berguru-kepada-40-pendekar</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/budayawan-mustofa-w-hasyim-berguru-kepada-40-pendekar</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA – Nama Mustofa W. Hasyim dikenal sebagai budayawan. Karya-karya sastranya mengalir seakan tak pernah berhenti. Hujan belakangan yang rajin mengguyur Yogya, bisa sebagai gambaran bahwa karyanya terus hadir, deras mengalir. Salah satu hasil olahan jiwanya adalah buku “Berguru kepada 40 Pendekar” (2021) yang diterbitkan Suara Muhammadiyah.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA – </strong>Nama Mustofa W. Hasyim dikenal sebagai budayawan. Karya-karya sastranya mengalir seakan tak pernah berhenti. Hujan belakangan yang rajin mengguyur Yogya, bisa sebagai gambaran bahwa karyanya terus hadir, deras mengalir. Salah satu hasil olahan jiwanya adalah buku “Berguru kepada 40 Pendekar” (2021) yang diterbitkan Suara Muhammadiyah.</p>
<p>Dalam buku itu, dikupas kisah persinggungannya dengan berbagai tokoh agama, tokoh budaya, serta tokoh bangsa. Momen Hari Guru Nasional yang baru saja terlewat rasanya tepat untuk berguru kepadanya. Tumbuh sejak kecil di Yogyakarta, kota budaya, menjadikan Mustofa akrab dengan perkembangan budaya dan sejarah.</p>
<p><a href="Mediamu.id"><strong><em>Mediamu.id</em></strong></a> sangat bangga ketika berkunjung ke perpustakaan milik budayawan ini di Kampung Kauman tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-67, beberapa waktu lalu. Pada Rabu senja sebelum peringatan Milad ke-109 Muhammadiyah, kami belajar dan berguru lewat cerita perjalanan panjang Cak Mus.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d99c589a.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="64287" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 29 Nov 2021 04:00:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berguru kepada 40 pendekar,
                                                                                                                                                                mustofa w hasyim,
                                                                                                                                                                suara muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tokoh&amp;Tokoh Muhammadiyah Berkesan tentang Almarhum Prof. Baedhowi</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/tokoh-tokoh-muhammadiyah-berkesan-tentang-almarhum-prof-baedhowi</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/tokoh-tokoh-muhammadiyah-berkesan-tentang-almarhum-prof-baedhowi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni beberapa tokoh Muhammadiyah dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni beberapa tokoh Muhammadiyah dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam.</p>



<p><strong>Prof. Dr. H.M. Yunan Yusuf</strong>, anggota Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, yang mengenal dan sangat dekat dengan Prof Baedhowi pada periode kedua di Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, mengatakan bahwa almarhum sangat concern dengan para kepala sekolah. &#8220;Maka dari itu, di periode kedua program unggulan di Majelis Dikdasmen adalah pendidikan khusus kepala sekolah atau Diksuspala,&#8221; kata Yunan Yusuf.</p>



<p>Dalam program tersebut, terdapat 50 orang setiap angkatan untuk mendiskusikan dan membina pendidikan Muhammadiyah di masa depan. &#8220;Prof Baedhowi selalu mengikuti acara hingga selesai serta mengimbau kepala sekolah untuk membuat laporan laju pertumbuhan siswa baru setiap tahun ajaran baru,&#8221; papar Yunan Yusuf.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d96a61f1.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="99224" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 06 Jul 2021 12:57:33 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        affan safani adham,
                                                                                                                                                                almarhum,
                                                                                                                                                                baedhowi,
                                                                                                                                                                berkesan,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                dzikril firmansyah atha ridhai,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                tokoh                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Prof. Muhadjir Effendi tentang Prof. Baedhowi: Entengan dan Tidak Suka Neka&amp;Neka</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/prof-muhadjir-effendi-tentang-prof-baedhowi-entengan-dan-tidak-suka-neka-neka</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/prof-muhadjir-effendi-tentang-prof-baedhowi-entengan-dan-tidak-suka-neka-neka</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Salah satu yang memberi testimony dalam Ta’ziyah Virtual (Senin, 5/7) malam adalah Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P.. (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia).



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Salah satu yang memberi testimony dalam Ta’ziyah Virtual (Senin, 5/7) malam adalah Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P.. (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia).</p>



<p>Muhadjir merasa sangat kaget ketika mendapat pesan di WA bahwa Pak Baedhowi meninggal dunia. Ia pikir seperti seperti dulu, ke luar masuk rumah sakit, kemudian setelah ke luar sehat kembali, terus bersemangat lagi, dan seterusnya.</p>



<p><em>“Walaupun tidak sempat hadir secara fisik, mengantar, berta’ziyah kepada Profesor Baedhowi, kita do’akan mudah-mudahan Professor Baedhowi mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT, diterima seluruh amal kebaikannya, dan diampuni segala kesalahan dan dosanya, beliau betul-betul menjadi ahli surga, orang yang betul-betul mendapatkan kasih sayang dari Allah.</em></p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d94d6c50.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="50693" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 06 Jul 2021 12:13:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        afifatur rasyidah i.n.a,
                                                                                                                                                                baedhowi,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                entengan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhajir effendy,
                                                                                                                                                                neka-neka,
                                                                                                                                                                sucipto                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Prof Haedar tentang Almarhum Prof. Baedhowi: Beliau Menyusun Pangkalan Data Pendidikan Muhammadyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/prof-haedar-tentang-almarhum-prof-baedhowi-beliau-menyusun-pangkalan-data-pendidikan-muhammadyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/prof-haedar-tentang-almarhum-prof-baedhowi-beliau-menyusun-pangkalan-data-pendidikan-muhammadyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam:



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Baedhowi, M.Si. dipanggil Allah SWT, Senin (5/7). Muhammadiyah kembali kehilangan tokohnya. Berikut testimoni Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. dalam Ta’ziyah Virtual, Senin (5/7) malam:</p>



<p><em>“Pada malam ini kita berta’ziah untuk berdo’a dan mengenang kebaikan dan jejak hidup sosok Profesor Dr. K.H. Baedhowi yang telah dipanggil Allah SWT dini hari tadi dan telah dimakamkan. Keluarga besar Persyarikatan Muhammadiyah mengucapkan duka yang sedalam-dalamnya kepada keluarga atas wafatnya bapak kita, saudara kita, dan orang terdekat kita.</em></p>



<p><em>Kita sungguh kehilangan beliau. Innalillahi wainna ilaihi roji’un. Beliau insya Allah husnul khotimah dan kita bermunajat bahwa almarhum diampuni kesalahannya, diterima amal ibadah dan seluruh amal sholihnya serta dilapangkan kuburnya dan akhirnya ditempatkan di tempat terbaik surga jannatun na’im dalam ridho dan karunia Allah SWT.</em></p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d93ede2a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="115675" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 06 Jul 2021 12:07:29 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        almarhum,
                                                                                                                                                                baedhowi,
                                                                                                                                                                data,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                haedar nashir,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                mayda dwi,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                menyusun,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pangkalan,
                                                                                                                                                                pendidikan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ketika Mas Mansur Berguru ke Kyai Ahmad Dahlan</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/ketika-mas-mansur-berguru-ke-kyai-ahmad-dahlan</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/ketika-mas-mansur-berguru-ke-kyai-ahmad-dahlan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYAKARTA &#8212; Kyai Haji Ahmad Dahlan dilahirkan pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta, sedangkan Kyai Haji Mas Mansur lahir pada 25 Juni 1896 di Surabaya. Usia terpaut 28 tahun, domisili keduanya juga tidak berdekatan. Tapi, ada perasaan sangat kuat pada diri Mas Mansur untuk harus segera bertemu dengan pendiri Muhammadiyah tersebut.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYAKARTA</strong> &#8212; Kyai Haji Ahmad Dahlan dilahirkan pada 1 Agustus 1868 di Yogyakarta, sedangkan Kyai Haji Mas Mansur lahir pada 25 Juni 1896 di Surabaya. Usia terpaut 28 tahun, domisili keduanya juga tidak berdekatan. Tapi, ada perasaan sangat kuat pada diri Mas Mansur untuk harus segera bertemu dengan pendiri Muhammadiyah tersebut.</p>



<p>Nama Kyai Dahlan sering didengar ketika Mas Mansur tinggal di Makkah dan Mesir. Tahun 1908 ia dikirim orangtuanya untuk menunaikan ibadah haji dan belajar agama di Makkah. Setelah empat tahun, ia pindah ke Mesir karena situasi politik di Arab Saudi memanas. Sekitar dua tahun kemudian Mas Mansur memutuskan pulang ke tanah air, tapi sebelumnya singgah dulu di Makkah selama satu tahun. Baru pada tahun 1915 pulang ke tanah air.</p>



<p>Di buku “Pahlawan Nasional: Kyai Haji Mas Mansur” tulisan Sutrisno Sukoyo disebutkan bahwa dalam perjalanan pulang ke tanah air tersebut Mas Mansur tidak langsung ke Surabaya tapi memilih ke Yogyakarta menemui Kyai Dahlan. Ketika itu sekitar tiga tahun setelah Muhammadiyah berdiri.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d930ea43.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32140" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 06 Jan 2021 13:08:53 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        berguru,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                k.h. ahmad dahlan,
                                                                                                                                                                k.h. mas mansur,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>HM Syakir Tak Pernah Berhenti Beraktivitas</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/hm-syakir-tak-pernah-berhenti-beraktivitas</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/hm-syakir-tak-pernah-berhenti-beraktivitas</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hj. Machsunah, SE tak bisa membayangkan seandainya dia jadi Drs H Mohammad Syakir, SU yang aktif berdakwah, kini harus berdiam diri di rumah.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hj. Machsunah, SE tak bisa membayangkan seandainya dia jadi Drs H Mohammad Syakir, SU yang aktif berdakwah, kini harus berdiam diri di rumah.</p>



<p>Pada 16 Maret 2020 adalah hari terakhir mereka berdua pergi ke luar kota: Semarang, Jawa Tengah. Pada 17 Maret 2020 adalah awal at home hingga kini. Dan entah sampai kapan.</p>



<p>Sejak muda, H Mohammad Syakir aktif berdakwah. Hingga masyarakat lebih menyangka dia lulusan IAIN daripada dosen di Fakultas Sastra UGM Yogyakarta.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d922d8a3.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="62743" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 05 Jun 2020 02:30:32 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        beraktivitas,
                                                                                                                                                                berhenti,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                hm syakir,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Stay at Home Ala Siti Walidah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/stay-at-home-ala-siti-walidah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/stay-at-home-ala-siti-walidah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ STAY at home? Di rumah saja? Ternyata itu bukan sesuatu yang baru, terutama bagi kebanyakan perempuan Jawa jaman dahulu. Bedanya, istilah untuk stay at home atau di rumah saja ketika itu adalah pingit. Jelas berbeda antara di rumah saja dengan dipingit, tetapi keduanya sama-sama stay at home, dilarang ke luar rumah.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>STAY at home? Di rumah saja? Ternyata itu bukan sesuatu yang baru, terutama bagi kebanyakan perempuan Jawa jaman dahulu. Bedanya, istilah untuk stay at home atau di rumah saja ketika itu adalah pingit. Jelas berbeda antara di rumah saja dengan dipingit, tetapi keduanya sama-sama stay at home, dilarang ke luar rumah.</p>



<p>Itu juga yang pernah dialami Nyai Walidah ketika memasuki usia remaja. Ia lahir di Kampung Kauman, Yogyakarta pada 3 Januari 1872. Orangtuanya adalah Haji Muhammad Fadhil, seorang kiai yang merupakan penghulu Keraton Yogyakarta sekaligus juragan batik. Bersama enam saudaranya, Siti Walidah kecil mendapatkan pelajaran agama dan pengetahuan dasar dari orangtuanya. Ia pandai mengaji berkat ajaran langsung sang ayah.</p>



<p>Dalam tujuh bersaudara itu, dua di antaranya adalah perempuan yaitu Siti Walidah dan kakaknya bernama Siti Munjiyah. Menurut buku Nyai Ahmad Dahlan yang ditulis Suratmin (1981), kedua anak perempuan itu sejak kecil dididik menunaikan tugas-tugas rumah dengan berpedoman kepada ajaran Islam.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d9144125.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="29072" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 May 2020 20:28:07 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                siti walidah,
                                                                                                                                                                stay at home                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Belajar Bersyukur dari Almarhum Pak AR</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/belajar-bersyukur-dari-almarhum-pak-ar</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/belajar-bersyukur-dari-almarhum-pak-ar</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BANYAK kisah menarik dari perjalanan hidup almarhum KH Abdul Razak Fachruddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 1968-1990). Hampir semua menunjukkan kesyukuran atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan syukur maka akan diterima nikmat-nikmat berikutnya dari arah tidak terduga.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>BANYAK kisah menarik dari perjalanan hidup almarhum KH Abdul Razak Fachruddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah 1968-1990). Hampir semua menunjukkan kesyukuran atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Dengan syukur maka akan diterima nikmat-nikmat berikutnya dari arah tidak terduga.</p>



<p>Tidak ada perjalanan hidup yang disesali Pak AR, panggilan akrab KH AR Facruddin. Tidak pernah terdengar beliau menggerutu. Semua dilihat dari sudut pandang positif. Penuh kesyukuran dan optimisme.</p>



<p>Kesantunan dalam bicara juga menjadi perhatian banyak orang. Bahkan ketika menjawab pertanyaan sensitif dijawab dengan &#8220;guyon parikeno&#8221;, menjadikan Pak Kiai ini disukai banyak kalangan, tidak hanya umat Islam. Acara tanya jawab agama di TVRI maupun RRI juga dinikmati oleh umat beragama selain Islam.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d905cacc.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="48786" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 10 May 2020 07:52:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        almarhum,
                                                                                                                                                                ar fakhruddin,
                                                                                                                                                                belajar,
                                                                                                                                                                bersyukur,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                heru prasetya,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>K.H. Hisyam, Saingi Belanda dengan Mendirikan Sekolah Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/k-h-hisyam-saingi-belanda-dengan-mendirikan-sekolah-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/k-h-hisyam-saingi-belanda-dengan-mendirikan-sekolah-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Gerak Muhammadiyah itu lembut, sekaligus tegas dan tepat sasaran. Nilai itu ditanamkan K.H. Ahmad Dahlan sejak awal, bahkan tahun 1911 (setahun sebelum Muhammadiyah resmi berdiri) Kiai Dahlan sudah “melawan” hegemoni penjajah Belanda dalam dunia pendidikan. Langkahnya konkrit, mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah untuk mendidik kaum pribumi. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan ini berubah menjadi Kweekschool Muhammadiyah setelah ia berkunjung ke Kweekschool Katolik di Muntilan.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Gerak Muhammadiyah itu lembut, sekaligus tegas dan tepat sasaran. Nilai itu ditanamkan K.H. Ahmad Dahlan sejak awal, bahkan tahun 1911 (setahun sebelum Muhammadiyah resmi berdiri) Kiai Dahlan sudah “melawan” hegemoni penjajah Belanda dalam dunia pendidikan. Langkahnya konkrit, mendirikan Madrasah Ibtidaiyah Diniyah Islamiyah untuk mendidik kaum pribumi. Dalam perkembangannya lembaga pendidikan ini berubah menjadi Kweekschool Muhammadiyah setelah ia berkunjung ke Kweekschool Katolik di Muntilan.</p>



<p>Teologi Al Ma’un seperti itu benar-benar ditanamkan kepada para murid dan santrinya. Yaitu, praktik nyata di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya pandai bercakap dan menghapal, Bahwa rakyat memerlukan pertolongan, maka langkahnya adalah memberikan pertolongan dengan aksi nyata, tidak hanya berdiskusi di balik meja.</p>



<p>Kiai Haji Hisyam adalah salah satu murid Kiai Dahlan yang meneruskan pelajaran gurunya. Terlahir di Kauman, Yogyakarta, 10 November 1883 dan wafat pada 20 Mei 1945. Ia menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah 1934-1936. Abdi dalem ulama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat ini dipilih dan dikukuhkan sebagai ketua dalam Kongres Muhammadiyah ke-23 di Yogyakarta 1934. Dipilih lagi dalam Kongres ke-24 di Banjarmasin 1935, dan kembali terpilih dalam Kongres ke-25 di Batavia (Jakarta) pada 1936. Kiai Hisyam adalah ketua ketiga, setelah Kiai Dahlan dan Kiai Ibrahim.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8f64b17.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="52689" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 05 May 2020 21:17:36 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        belanda,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                kh hisyam,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mendirikan,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                saingi,
                                                                                                                                                                sekolah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>K.H. Ibrahim Meninggal Tanpa Meninggalkan Harta Benda</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/k-h-ibrahim-meninggal-tanpa-meninggalkan-harta-benda</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/k-h-ibrahim-meninggal-tanpa-meninggalkan-harta-benda</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ BELUM lama ini beredar video lama melalui WhatsApp acara besar Muhammadiyah di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Ada narasi yang menyebutkan bahwa wajah Kiai Dahlan muncul di video tersebut. Tetapi ketika diikuti dari awal sampai akhir, tidak ada wajah mirip Kiai Dahlan. Ada wajah yang beberapa kali terlihat, tapi jelas bukan sang pendiri Muhammadiyah. Kemudian ada konfirmasi bahwa itu adalah Kiai Haji Ibrahim.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>BELUM lama ini beredar video lama melalui WhatsApp acara besar Muhammadiyah di Alun-Alun Utara Yogyakarta. Ada narasi yang menyebutkan bahwa wajah Kiai Dahlan muncul di video tersebut. Tetapi ketika diikuti dari awal sampai akhir, tidak ada wajah mirip Kiai Dahlan. Ada wajah yang beberapa kali terlihat, tapi jelas bukan sang pendiri Muhammadiyah. Kemudian ada konfirmasi bahwa itu adalah Kiai Haji Ibrahim.</p>



<p>Ya beliau adalah K.H. Ibrahim, Ketua Umum Muhammadiyah setelah K.H. Ahmad Dahlan. Ada cerita menarik dalam Kongres Muhammadiyah ke-17 di Yogyakarta tahun 1928, ketika persyarikatan masih berumur 16 tahun. Kiai Ibrahim dengan tegas minta gambar-gambar Kiai Dahlan diturunkan. Sesaat situasi tegang muncul di arena kongres.</p>



<p>Ibrahim punya alasan. Bukan karena tak menghormati pendiri Muhammadiyah. Ia justru tidak ingin Kiai Dahlan terlalu dikultuskan, karena gejala pengkultusan sudah mulai tampak (Lustia Bekti Rohayati, K.H. Ibrahim: Kepemimpinan dan Perjuangannya dalam Muhammadiyah, 2009:39).</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8e72820.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="67651" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 04 May 2020 13:37:20 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        benda,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                harta,
                                                                                                                                                                kh ibrahim,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                meninggal dunia,
                                                                                                                                                                meninggalkan,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pak Sudiyono Penggerak Dakwah di Daerah Sleman Barat</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/pak-sudiyono-penggerak-dakwah-di-daerah-sleman-barat</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/pak-sudiyono-penggerak-dakwah-di-daerah-sleman-barat</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mruput pagi-pagi saya ditimbali pak Sudiyono Irsyad di Kaliduren, Moyudan, Sleman.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Mruput pagi-pagi saya ditimbali pak Sudiyono Irsyad di Kaliduren, Moyudan, Sleman.</p>



<p>Kemarin pagi, Ahad (3/5/2029), saya ditimbali secara khusus oleh pak Sudiyono untuk bertukar pikiran terkait layanan kepada masyarakat luas untuk kemudian tertarik dan tertambat hatinya dengan dakwah Islam.</p>



<p>Saya memang sengaja silaturrahim pagi-pagi sekali untuk membuktikan di antara kata-kaya beliau, &#8220;Nggih menawi kula selalu siap 24 jam, menawi nembe tilem nggih digugah, menawi dipun betahaken selalu siap,&#8221; demikian yang beliau sampaikan dengan ringannya.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8d174c0.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="67454" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 04 May 2020 02:02:49 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        barat,
                                                                                                                                                                daerah,
                                                                                                                                                                dakwah,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                penggerak,
                                                                                                                                                                sleman,
                                                                                                                                                                sudiyono                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ulama Sejuk dari Cabang &amp;quot;Lava Bantal&amp;quot;</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/ulama-sejuk-dari-cabang-lava-bantal</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/ulama-sejuk-dari-cabang-lava-bantal</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ H. Dimyati atau biasa akrab dipanggil Mbah Dim adalah ulama kharismatik Muhammadiyah dari ujung Timur Selatan Kabupaten Sleman. Atau tepatnya di Cabang Berbah, yaitu tempat di mana terdapat peninggalan geologi berupa Lava Bantal.&nbsp;



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>H. Dimyati atau biasa akrab dipanggil Mbah Dim adalah ulama kharismatik Muhammadiyah dari ujung Timur Selatan Kabupaten Sleman. Atau tepatnya di Cabang Berbah, yaitu tempat di mana terdapat peninggalan geologi berupa Lava Bantal.&nbsp;</p>



<p>Beliau sudah terbilang sepuh (tua). Yuswa (usia) beliau saat ini 82 tahun. Dan, Mbah Dim dikaruniai putra 7 dan cucu 16. Alhamdulillah.</p>



<p>Di usia senjanya, Mbah Dim masih cukup energik dan biasa beraktivitas mengendarai motor sendiri. Banyak aktivitas yang beliau lakoni (jalani) sampai saat ini.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8b4ad41.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="47016" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 26 Apr 2020 01:53:18 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bantal,
                                                                                                                                                                cabang,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                lava,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                sejuk,
                                                                                                                                                                ulama                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>NADJIKHNOMIC</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/nadjikhnomic</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/nadjikhnomic</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Yuswohady (Pakar Marketing)



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Yuswohady (Pakar Marketing)</strong></p>



<p>Minggu lalu saya mampir di kantor pusat Kelola Mina Laut (KML) Group di Gresik diundang oleh pendirinya pak Mohammad Nadjikh. Saya ke Gresik dalam rangka riset untuk buku saya The Giving Leader dengan mewawancarai pak Nadjikh dan jajaran manajemen KML. Sebelumnya saya sudah melakukan studi literatur mengenai sepak terjang pak Nadjikh di industri pengolahan hasil laut, tapi baru tahu betul siapa sosok Mohammad Nadjikh setelah praktis seharian ketemu.</p>



<p>Bagi saya pak Nadjikh adalah sosok giving leader hebat yang populasinya langka di negeri ini. Latar belakangnya yang berasal dari keluarga penjual ikan miskin di Gresik dan pola hidup prihatin sejak kecil (saat kuliah di IPB, ayahnya meninggal dan ia harus menggantikan sang ayah untuk mengasuh tujuh adiknya) telah menempa dan membentuk karakter pak Nadjikh menjadi entepreneur yang ulet dan mementingkan banyak orang, tidak selfish. Misi hidupnya cuma satu, membawa kemanfaatan kepada banyak orang.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d87d3b78.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="839517" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 17 Apr 2020 23:35:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                nadjikhnomic                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tiba&amp;tiba Tiada</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/tiba-tiba-tiada</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/tiba-tiba-tiada</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 18 April 2020Dahlan Iskan



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>18 April 2020<br>Dahlan Iskan</strong></p>



<p>Tulisan saya hari ini tidak obyektif. Hati-hati membacanya.</p>



<p>Banyak orang lain yang juga meninggal dunia kok yang ini saya tulis di DI’s Way.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d86e6ccf.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="60141" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 17 Apr 2020 22:30:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                tiada,
                                                                                                                                                                tiba-tiba                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pak AR Membonceng Sepeda Onthel</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/pak-ar-membonceng-sepeda-onthel</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/pak-ar-membonceng-sepeda-onthel</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Ini terjadi pada bulan puasa tahun 1989. Mahasiswa UMY kampus lapangan Asri menyelenggarakan acara Kuliah Subuh. ( Kampus itu sekarang menjadi Asri Medical Center)



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Ini terjadi pada bulan puasa tahun 1989. Mahasiswa UMY kampus lapangan Asri menyelenggarakan acara Kuliah Subuh. ( Kampus itu sekarang menjadi Asri Medical Center)</p>



<p>Pagi itu giliran Pak AR mengisi Kuliah Subuh.</p>



<p>Pukul 3.30 salah seorang panitia sudah siap menjemput Pak AR di Jalan Cik Di Tiro 19 A Yogya. Tetapi malang, sopir yang akan menjemput tidak datang. Kunci mobilnya lupa ditaruh di mana. Tidak ketemu. Panitia pun memutuskan ceramah Pak AR ditunda pada hari lain.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d85ec0fa.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="29731" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 07 Apr 2020 23:03:20 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ar fakhruddin,
                                                                                                                                                                dinamisberkemajuan,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                membonceng,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy,
                                                                                                                                                                sepeda onthel                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Beda itu Luar Biasa!</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/beda-itu-luar-biasa</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/beda-itu-luar-biasa</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Perempuan istimewa ini, aku memanggilnya Bu Dadang. Dan,
sudah lama kenal sih, karena saya adalah &#8220;anak&#8221; suaminya Prof Dr H
Dadang Kahmad, MSi di jajaran Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan
Pusat Muhammadiyah sejak periode lalu, tahun 2010-2015.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Perempuan istimewa ini, aku memanggilnya Bu Dadang. Dan,
sudah lama kenal sih, karena saya adalah &#8220;anak&#8221; suaminya Prof Dr H
Dadang Kahmad, MSi di jajaran Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan
Pusat Muhammadiyah sejak periode lalu, tahun 2010-2015.</p>



<p>Sosok Dadang Kahmad merupakan Guru Besar Sosiologi Agama
pada Fakultas Ushuludin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati
Bandung. </p>



<p>Perhatian utamanya adalah bagaimana agama mempertahankan
diri dari desakan modernitas dan perubahan sosial.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8518d9e.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="51742" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 03 Jul 2019 02:41:45 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        beda,
                                                                                                                                                                dadang kahmad,
                                                                                                                                                                luar biasa,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buya Hamka, Halal Bil Halal dan Jalan Kelam Sesudahnya</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-halal-bil-halal-dan-jalan-kelam-sesudahnya</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-halal-bil-halal-dan-jalan-kelam-sesudahnya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Hari ini dan sesudahnya hingga Syawal 1440 Hijriyah
berakhir, mungkin akan ada puluhan undangan halal bihalal yang kita terima.



 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Hari ini dan sesudahnya hingga Syawal 1440 Hijriyah
berakhir, mungkin akan ada puluhan undangan halal bihalal yang kita terima.</p>



<p>Ya, halal bihalal memang sudah menjadi tradisi yang
mengiringi perayaan Idul Fitri bagi kita dan bangsa Indonesia.</p>



<p>Dalam KBBI, halal bihalal berarti hal maaf-memaafkan setelah
menunaikan ibadah puasa Ramadan. Biasanya diadakan di sebuah tempat
(auditorium, aula, dan sebagainya) oleh sekelompok orang. Sebuah tradisi yang
sangat adiluhung karena dalam halal bihalal ada nilai silahturahmi,
maaf-memaafkan dan lapang dada.</p>



 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8430941.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="34749" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 10 Jun 2019 06:43:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        buya hamka,
                                                                                                                                                                dinamis berkemajuan,
                                                                                                                                                                halal bil halal,
                                                                                                                                                                jalan kelam,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                mpi pwm diy                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Pantang Merepotkan Orang</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/pantang-merepotkan-orang</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/pantang-merepotkan-orang</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Erik Tauvani Somae
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Erik Tauvani Somae</strong></p>
<p>Sebelum menurunkan tulisan singkat ini, saya patut menyampaikan permintaan maaf kepada Buya Syafii Maarif, yang mungkin kurang berkenan, jika percakapan pribadi kami berdua &#8220;terpaksa&#8221; harus dibaca orang.</p>
<p>Alasannya sederhana saja: agar orang, terutama generasi muda, bisa mengambil pelajaran kepada sosok yang telah kenyang makan asam garam ini.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d82462b3.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="110913" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 16 Nov 2018 21:44:30 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahmad syafii maarif,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                merepotkan,
                                                                                                                                                                orang,
                                                                                                                                                                pantang                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Selamat Jalan, Pak Nardi yang Murah Hati</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/selamat-jalan-pak-nardi-yang-murah-hati</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/selamat-jalan-pak-nardi-yang-murah-hati</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Erik Tauvani Somae
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Erik Tauvani Somae</strong></p>
<p>Saya mengenal secara pribadi pak Nardi (Sunardi Syahuri) sebagai kakak kelas saya, walau terpaut usia cukup jauh.</p>
<p>Pak Nardi lulus dari Madrasah Mu&#8217;allimin Muhammadiyah Yogyakarta tahun 1969. Seangkatan dengan Pak Alfian Darmawan. Sedangkan saya sendiri lulusan tahun 2007.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d8159649.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="45188" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 12 Nov 2018 21:00:14 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        mediamuid,
                                                                                                                                                                mu&#039;allimin,
                                                                                                                                                                murah hati,
                                                                                                                                                                ringan tangan,
                                                                                                                                                                sunardi syahuri                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buya HAMKA : &amp;quot;MAKA PECAHLAH MUHAMMADIYAH ?&amp;quot;</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-maka-pecahlah-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-maka-pecahlah-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>KAUM Muda Muhammadiyah tengah menebak–nebak, apa yang terjadi jika kedua tokoh Muhammadiyah itu saling berhadapan. Siapa lebih tangguh? Siapa lebih banyak pendukung, dan bagaimana sidang Tanwir nanti berjalan? Kedua tokoh yang saling berhadapan itu ialah Buya Hamka dan K.H. Farid Ma’ruf.</p>
<p>“Kami yang muda–muda tidak sabar kedatangan sidang tanwir itu. Kami sangat antusias untuk menyaksikan kedua tokoh itu berdebat di atas mimbar. Tak sabar seperti menanti pertarungan antara Muhammad Ali melawan Joe Frazier,“ kenangan pak Djarnawi dalam tulisan menyambut 70 tahun Buya Hamka yang menjadi sumber tulisan ini.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d807026c.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="40842" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 24 Oct 2018 01:44:26 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        buya hamka,
                                                                                                                                                                farid ma&#039;ruf,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pecahlah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengenang Drs H Marzuki, MPd: Kader Muhammadiyah yang Bersahaja</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/mengenang-drs-h-marzuki-mpd-kader-muhammadiyah-yang-bersahaja</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/mengenang-drs-h-marzuki-mpd-kader-muhammadiyah-yang-bersahaja</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Sejak saya sekolah di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Yogyakarta, nama ustadz Marzuki, untuk pertama kalinya saya dengar dari kakak saya.</p>
<p>Kakak kandung saya, mas Muhammad Awaludin, pernah menjadi sekretaris umum dan ketua umum Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Sleman. Dan, saya pun ikut-ikutan kakak saya yang aktif di IPM, baik ketika rapat, Mabica (masa bimbingan calon anggota), maupun Taruna Melati. Hal itu menyebabkan saya mengenal dengan baik para ketua dan tokoh IPM periode kakak saya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7d84688.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="33990" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 17 Oct 2018 23:24:04 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        bantul,
                                                                                                                                                                bersahaja,
                                                                                                                                                                kader,
                                                                                                                                                                marzuki,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buya Hamka dan Shalatnya</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-dan-shalatnya</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-dan-shalatnya</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Abdur Rauf Ya’qub *
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Abdur Rauf Ya’qub *</strong></p>
<p>Salah satu karakteristik orang-orang yang bertakwa adalah senantiasa menegakkan shalat. Sebagaimana Allah SWT berfirman, “<em>Yaitu mereka yang mendirikan shalat</em>” (QS. Al-Baqarah/ 2: 3). Orang-orang yang shalat ini akan terpancar dari dirinya perilaku takwa, sebab shalat mampu mencegah dirinya dari melakukan perbuatan yang keji dan munkar. Sebagaimana Allah SWT menuturkan:</p>
<p>“<em>Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.</em>” (QS. Al-Ankabut/ 29: 45).</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7f79f6b.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="44010" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 13 Oct 2018 22:07:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        buya hamka,
                                                                                                                                                                ibadah,
                                                                                                                                                                karakteristik,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                shalat                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Keistimewaan Siti Bariyah, Ketua ‘Aisyiyah Pertama (2)</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/keistimewaan-siti-bariyah-ketua-aisyiyah-pertama-2</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/keistimewaan-siti-bariyah-ketua-aisyiyah-pertama-2</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p><strong>Sebab, temuan terbaru berdasarkan penelusuran dokumentasi </strong><em>Soewara Moehammadijah</em><strong> tahun 1923, justru pemikiran ideologis pertama di Muhammadiyah digagas oleh seorang intelektual perempuan bernama Siti Bariyah.</strong></p>
<p>Ia telah mendapat otoritas untuk memberikan tafsiran terhadap <em>rechtpersoon</em> Muhammadiyah pada masa kepemimpinan KH Ibrahim (1923-1933). Berdasarkan hasil analisis terhadap dokumen <em>Soewara Moehammadijah</em> nomor edisi 9 tahun ke-4 bulan September 1923 pada artikel “Tafsir Maksoed Moehammadijah” yang ditulis Siti Bariyah telah ditemukan gugus pemikiran ideologis jauh sebelum Mas Mansur melahirkan buah pemikiran <em>Tafsir Langkah Muhammadiyah</em>.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d75f0267.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="51178" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 04 Sep 2018 21:19:59 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        &#039;aisyiyah,
                                                                                                                                                                keistimewaan,
                                                                                                                                                                ketua,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                pertama,
                                                                                                                                                                siti bariyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Matahari di Wajah Pak Nardi</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/matahari-di-wajah-pak-nardi</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/matahari-di-wajah-pak-nardi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Latif Mustofa
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Latif Mustofa</strong></p>
<p>Nama lengkapnya adalah Sunardi Syahuri. Beliau masyhur tak hanya di kalangan Muhammadiyah. Namun di hampir semua golongan masyarakat: atas-bawah, kaya-miskin, tua-muda, politisi-rakyat, hingga Ketua MUI-guru ngaji di desa, mengenalnya dengan baik sebagai seorang da&#8217;i.</p>
<p>Tak usah heran, karena di sekolahnya yang belum tamat tsanawiyah, pak Nardi telah memulai gerak lakunya sebagai seorang da&#8217;i.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7acdafc.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="90622" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 01 Sep 2018 00:06:16 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        da&#039;wah,
                                                                                                                                                                matahari,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                sunardi syahuri,
                                                                                                                                                                wajah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>R.H. Sjarkawi, Arsitek Gedung Hoofdbestuur Muhammadiyah Pertama</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/r-h-sjarkawi-arsitek-gedung-hoofdbestuur-muhammadiyah-pertama</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/r-h-sjarkawi-arsitek-gedung-hoofdbestuur-muhammadiyah-pertama</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p>Gedung di Jalan Kauman (dulu bernama Jalan Jagang) nomor 44 itu sudah beralih fungsi. Sepintas, gerai kacamata itu tampak biasa-biasa saja, menempati gedung tua seperti pada umumnya bangunan berstatus cagar budaya (<em>heritage</em>) di kampung Kauman, Yogyakarta. Mungkin pemilik gerai tidak tahu, siapa sebenarnya sang arsitek gedung tersebut. Barangkali pemilik gerai juga tidak tahu apa yang melatarbelakangi pembangunan gedung dan apa serta bagaimana statusnya dalam lintasan sejarah. Itulah gedung <em>Hoofdbestuur</em> (HB) Muhammadiyah pertama ketika K.H. Ahmad Dahlan mendirikan persyarikatan Muhammadiyah pada 1912 silam. Sang arsitek gedung tersebut adalah R.H. Sjarkawi, salah seorang pengurus di jajaran teras HB Muhammadiyah, yang berprofesi sebagai arsitek (<em>anemer</em>) dan seorang saudagar di Kauman.</p>
<p><!--nextpage--></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7e835b9.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="45481" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 10 Aug 2018 23:30:35 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        arsitek,
                                                                                                                                                                gedung,
                                                                                                                                                                hoofdbestuur,
                                                                                                                                                                mediamuid,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                syarkawi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Siti Umniyah, Perintis Taman Kanak&amp;kanak Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/siti-umniyah-perintis-taman-kanak-kanak-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/siti-umniyah-perintis-taman-kanak-kanak-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
Oleh: Mu&#8217;arif*
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Oleh: Mu&#8217;arif*</strong></p>
<p><strong>Sejak tahun 1914, pasca peralihan jabatan <em>Hoofdpenghulu</em> dari Mohammad Khalil Kamaludiningrat kepada Mohammad Kamaludiningrat (Ahmad Adaby Darban, 2000: 41-43), gerakan Muhammadiyah mulai memasuki “Bangsal Priyayi”, karena kantor “Penghulu” sudah dapat dipergunakan sebagai wadah tablig.</strong></p>
<p>Sebelumnya, Bangsal Priyayi adalah tempat yang tabu bagi masyarakat awam. Tetapi, setelah jabatan Kepala Penghulu dipegang oleh Kiai Sangidu (Mohammad Kamaludiningrat), Bangsal Priyayi menjadi tempat terbuka bagi umat Islam, bahkan menjadi sentra penggemblengan kader-kader mubalig Muhammadiyah.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d733a595.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="60387" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 02 Aug 2018 22:24:25 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        editor,
                                                                                                                                                                kanak-kanak,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                perintis,
                                                                                                                                                                taman,
                                                                                                                                                                umniyah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kasman Singodimejo: Singanya Ada di mana&amp;mana (Bag 1)</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kasman-singodimejo-singanya-ada-di-mana-mana-bag-1</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kasman-singodimejo-singanya-ada-di-mana-mana-bag-1</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Prof. Dr. Mr. Kasman Singodimejo adalah tokoh Muhammadiyah kelahiran Purwokerto Jawa Tengah 1904. Dikenal sebagai tokoh yang hidupnya sederhana, suka berterus terang dan pemberani.</p>
<p>“Namanya memang Singodimejo tetapi kenyataannya dia singa dimana-mana . Dan singanya itu muncul pada saat yang tepat”, kata Mr.Muhammad Roem, kawan dekat beliau sejak muda.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1165425d7424d3a.jpg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="35300" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 26 Jul 2018 22:09:11 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        dimana-mana,
                                                                                                                                                                kasman singodimejo,
                                                                                                                                                                muslim,
                                                                                                                                                                nahkoda,
                                                                                                                                                                singa                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Adhi Susatyo: Organisasi Sukses, Akademis Beres</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/adhi-susatyo-organisasi-sukses-akademis-beres</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/adhi-susatyo-organisasi-sukses-akademis-beres</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Pria kelahiran Cilacap, 17 Februari 1994 ini memiliki nama lengkap Adhi Susatyo merupakan alumni dari Teknik Industri UAD Yogyakarta. Adhi sapaan akrabnya memiliki segudang prestasi yang diukir semenjak menjadi mahasiswa Teknik Industri hingga lulus, bahkan beberapa prestasi juga telah diukir semenjak duduk di bangku SMA.</p>
<p>Adhi yang memiliki hobi mendesain gambar teknik dan bermain musik telah menyelesaikan sarjananya pada tahun 2016 pada program studi Teknik Industri UAD Yogyakarta. Pada saat menjadi mahasiswa banyak aktif di beberapa organisasi, baik organisasi internal maupun eksternal UAD. Organisasi-organisasi tersebut antara lain: Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FTI UAD, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UAD, dan Ikatan Mahasiswa Teknik Industri Indonesia (IMTII) Zona Yogyakarta.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 26 Apr 2018 03:10:49 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        alumni,
                                                                                                                                                                industri,
                                                                                                                                                                mahasiswa,
                                                                                                                                                                prestasi,
                                                                                                                                                                teknik,
                                                                                                                                                                uad                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Cita&amp;cita Tertinggi R.A KARTINI</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/cita-cita-tertinggi-r-a-kartini</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/cita-cita-tertinggi-r-a-kartini</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>“Banyak sekali pergerakan-pergerakan kita kandas di tengah jalan, oleh karena keadaannya wanita kita” Mahatma Gandhi.</p>
<p>Faktanya perempuan adalah mereka yang melahirkan generasi, bahkan peradaban tidak akan pernah ada ketika permpuuan tidak ada (QS Yasin 36), mulai dari mengandung hingga melahirkan, terkhusus lagi didalam Al-Qur’an nama perempuan secara khusus di sematkan sebagai nama surat yakni surat An-Nisa yang berarti perempuan, bahkan pada konteks lain menerangkan bahwa keberadaan surga ada pada telapak kaki ibu, lantas pantaskah perempuan selalu identik dengan keterbelakangannya?</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 21 Apr 2018 23:39:41 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        april,
                                                                                                                                                                cita-cita,
                                                                                                                                                                kartini,
                                                                                                                                                                stella zihandelaar,
                                                                                                                                                                wanita                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>SUPRAPTO IBNU JURAEMI : &amp;quot;TEGUH PENDIRIAN DAN SELALU KRITIS&amp;quot;</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/suprapto-ibnu-juraemi-teguh-pendirian-dan-selalu-kritis</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/suprapto-ibnu-juraemi-teguh-pendirian-dan-selalu-kritis</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ 
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><!--more--></p>
<p>Sosok berikut ini adalah seorang guru sekaligus kyai bagi seluruh warga Muhammadiyah khususnya dan seluruh rakyat Indonesia pada umumnya. Keikhlasan serta keteguhan hati dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam beliau lakukan hingga ajal menjemput. Beliau adalah H. Suprapto Ibnu Juraemi atau banyak orang sering memanggil beliau dengan sebutan ust. Prapto atau ust. Jurem atau hanya sekedar memanggil beliau dengan panggilan pak kyai agar terkesan lebih akrab. Ust. Prapto lahir di Jogjakarta pada tanggal 3 Juli 1943. Suami dari seorang istri yang bernama Hj. Khusnul Khatimah dan juga ayah dari 7 orang anak merupakan salah satu alumni dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta yang kemudian melanjutkan studinya ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.</p>
<p>Ust. Prapto ini adalah seorang demonstran yang teguh pendirian dan selalu kritis bahkan cenderung menentang terhadap hal-hal yang menurut beliau tidak benar. Karena keberanian beliaulah, pada tahun 1962 ust. Prapto “ditendang” (demikian beliau sering menyebut peristiwa itu) atau diskors selama 5 tahun dari IAIN tersebut. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat beliau dalam belajar karena dengan adanya skorsing ini beliau dapat melanjutkan studinya ke Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta sekaligus mengaji kepada salah satu Ulama besar Muhammadiyah yang merupakan murid langsung dari K.H. Ahmad Dahlan, yakni K.R.H. Hadjid.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 02 Feb 2018 02:42:45 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        sosok                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>GBPH H JOYOKUSUMO: &amp;quot;SITUASI HARMONIS DIPELIHARA KH AHMAD DAHLAN DENGAN KERATON&amp;quot;</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/gbph-h-joyokusumo-situasi-harmonis-dipelihara-kha-dahlan-dengan-keraton</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/gbph-h-joyokusumo-situasi-harmonis-dipelihara-kha-dahlan-dengan-keraton</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Sebuah rumah dengan pendopo besar di sisi kiri kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta selalu ramai didatangi wisatawan. Letaknya disisi kiri bangunan utama komplek Keraton Kesultanan Yogyakarta. Di situlah Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) H Joyokusumo tinggal. Putra dari Sultan Hamengku Buwono IX dari istri kedua yang bernama KR Ayu Windyaningrum, kini tak lagi menjadi anggota DPR. Tugasnya adalah menangani “urusan dalam negeri” Keraton Yogyakarta. Dahulu,  semasa ayahandanya bertahta, Gusti Joyo bertugas sebagai ajudan Sultan Narpo Cundoko. Tugas itu mengantarnya mengerti betul seluk-beluk sejarah dan budaya Keraton Yogyakarta. Pangeran yang tak menamatkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UGM ini mampu menjelaskan berbagai “pelajaran sejarah” tentang suksesi di Keraton.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Sebuah rumah dengan pendopo besar di sisi kiri kompleks Keraton Kesultanan Yogyakarta selalu ramai didatangi wisatawan. Letaknya disisi kiri bangunan utama komplek Keraton Kesultanan Yogyakarta. Di situlah Gusti Bendara Pangeran Harya (GBPH) H Joyokusumo tinggal. Putra dari Sultan Hamengku Buwono IX dari istri kedua yang bernama KR Ayu Windyaningrum, kini tak lagi menjadi anggota DPR. Tugasnya adalah menangani “urusan dalam negeri” Keraton Yogyakarta. Dahulu,  semasa ayahandanya bertahta, Gusti Joyo bertugas sebagai ajudan Sultan Narpo Cundoko. Tugas itu mengantarnya mengerti betul seluk-beluk sejarah dan budaya Keraton Yogyakarta. Pangeran yang tak menamatkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi UGM ini mampu menjelaskan berbagai “pelajaran sejarah” tentang suksesi di Keraton.</p>
<p>Di suatu hari,sekitar 20-an tahun yang lalu, GBPH Joyokusumomendapat nasihat yang sangat luar biasa dariayahnya: almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX.Sebagai anak, Gusti Joyo merasa nasihat kalaitu sangatlah mendalam. Apalagi dia masih ingat,nasihat khusus itu disampaikan secara terbuka. Tepatnya ketika digelar pertemuan antara SultanHB IX dan masyarakat di kompleks Taman HiburanRakyat (THR), yang kini menjadi Purawisata. “Saat itulah saya dinasihati, jika mau terjun di masyarakat agar tidak mengharapkan imbalan.</p>
<p>Namun harus itu dilakukan dengan tulus ikhlas,” kenang Gusti Joyo. Nasihat dari sang ayah ini, menurutnya, sangatlah bermakna. “Beliau meminta saya untuk tidak memandang pamrih, tapi harus demi bangsa, negara dan Allah SWT semata,” ujarnya saat ditemui di Gadri Resto sekaligus tempat tinggalnya. Nasihat serta prinsip itulah, yang terus dia pegang selama menjalankan roda organisasi maupun kehidupan bermasyarakat. Meski sederhana, Gusti Joyo pun menyadari nasihat itu butuh tekad dan kerja keras untuk menjalaninya. Namun dari nasihat itulah, Gusti Joyo mengaku bersyukur kehidupannya dapat berjalan dengan penuh berkah. Hubungan harmonis KH Ahmad Dahlan dan pusat kekuasaan Jawa, seperti dituturkan GBPH Joyokusumo, Pengageng Kawedanan Ageng Panitrapuro (Kepala Sekretariat) Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, cukup unik. “Hubungan harmonis KHA Dahlan sebagai abdi dalem dengan Raja serta Keraton itu, menarik dikaji,” katanya.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/assets/themes/oduu&amp;interactive/desktop/img/no&amp;image.jpg&amp;fit=1" length="0" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Thu, 01 Feb 2018 04:47:47 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Kontributor Mediamu</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        sosok                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>