<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Profil &amp; Tokoh</title>
        <link>https://profil.mediamu.com/tokohrss/category/tokoh</link>
        <description>Profil &amp; Title: Tokoh</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Nyai Ahmad Dahlan: Sosok Pejuang Emansipasi dan Dakwah Islamiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/nyai-ahmad-dahlan-sosok-pejuang-emansipasi-dan-dakwah-islamiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/nyai-ahmad-dahlan-sosok-pejuang-emansipasi-dan-dakwah-islamiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Nyai Ahmad Dahlan, atau Siti Walidah, adalah salah satu tokoh perempuan yang menjadi inspirasi perjuangan dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Perjuangan beliau dimulai dari lingkungan keluarga ulama di Kauman, Yogyakarta. Pendidikan agama yang diajarkan sejak dini memberikan dasar yang kuat bagi pemahaman Islam yang mendalam, termasuk bahasa Arab dan tafsir Al-Qur'an. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: &nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Nyai Ahmad Dahlan, atau Siti Walidah, adalah salah satu tokoh perempuan yang menjadi inspirasi perjuangan dalam pendidikan dan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Perjuangan beliau dimulai dari lingkungan keluarga ulama di Kauman, Yogyakarta. Pendidikan agama yang diajarkan sejak dini memberikan dasar yang kuat bagi pemahaman Islam yang mendalam, termasuk bahasa Arab dan tafsir Al-Qur'an. Hal ini sejalan dengan firman Allah SWT: &nbsp;</p><p>*"وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ"* &nbsp;<br />"Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, 'Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?'" (QS. Fussilat: 33) &nbsp;</p><p>Pada usia muda, Nyai Ahmad Dahlan telah menunjukkan keberanian untuk mengajar di Langgar Kiai Fadhil, tempat ia membantu ayahnya dalam memberikan ilmu agama. Ketika menikah dengan Kiai Ahmad Dahlan pada tahun 1889, ia menjadi mitra yang sejajar dalam perjuangan mendirikan Muhammadiyah. Kesetaraan ini mencerminkan pentingnya kedudukan perempuan dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an: &nbsp;</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/12/12867592ab979c1f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="22449" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 11 Dec 2024 13:02:17 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mbah Narno, Sang Legenda Muhammadiyah Sleman</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/mbah-narno-sang-legenda-muhammadiyah-sleman</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/mbah-narno-sang-legenda-muhammadiyah-sleman</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Shubhi Mahmashony Harimurti
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Shubhi Mahmashony Harimurti</strong></p>
<p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Di suatu malam yang dingin, penulis mengendarai sepeda motor sepulang dari Pengajian Malam Selasa (PMS) yang diselenggarakan di Madrasah Mu&rsquo;allimin Muhammadiyah Yogyakarta. Tiba-tiba penulis disalip oleh seorang lelaki paruh baya mengendarai Honda Super Cub hitam tahun 1981. Lengkap dengan keranjang sepeda di bagian depan. Pria tersebut terlihat mengenakan penutup kepala udeng Muhammadiyah berwarna coklat. Seakan santai melewati jalan protokol Kota Pelajar tanpa helm. Seolah polisi adalah <em>CS kenthel</em>nya. Tidak mungkin terkena tilang.</p>
<p>Ya, betul. Dia adalah Sunarno Raharjo. Akrab disapa Mbah Narno. Seorang aktivis Muhammadiyah sejati. Di seputaran Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, Mbah Narno sudah terlalu kondang. Jika ada orang yang tidak mengenal lelaki kelahiran tahun 1951 ini maka kemungkinan dia tidak aktif di persyarikatan. Hampir di semua kegiatan Muhammadiyah, Mbah Narno selalu hadir.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/127655491d92598f.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="1142451" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 15 Nov 2023 09:41:09 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                legenda muhammadiyah,
                                                                                                                                                                mbah narno,
                                                                                                                                                                pengajian malam selasa                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ternyata Ini Kunci Sukses Afnan Hadikusumo, Anak Muda Harus Simak Ini! </title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/ternyata-ini-kunci-sukses-afnan-hadikusumo-anak-muda-harus-simak-ini</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/ternyata-ini-kunci-sukses-afnan-hadikusumo-anak-muda-harus-simak-ini</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ SLEMAN Dalam perjalanan hidup, pastinya banyak rintangan yang dilalui. Apalagi bagi generasi muda, utamanya milenial dan z, masa muda jadi sesuatu yang krusial untuk melatih mental dan skill, sehingga penting untuk memperbanyak pengalaman dan belajar. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>SLEMAN </strong>Dalam perjalanan hidup, pastinya banyak rintangan yang dilalui. Apalagi bagi generasi muda, utamanya milenial dan z, masa muda jadi sesuatu yang krusial untuk melatih mental dan skill, sehingga penting untuk memperbanyak pengalaman dan belajar.</p><p>Inilah yang juga dialami oleh M. Afnan Hadikusumo, Anggota DPD RI DIY. Semasa mudanya, beliau telah banyak mengalami banyak pengalaman dan itulah yang membentuknya menjadi pribadi saat ini.</p><p>Hal ini disampaikannya saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kabupaten Sleman, Sabtu (3/2) di Aula KH. Ahmad Dahlan SD Muhammadiyah Condongcatur.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/02/1165be4327e5d56.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="843110" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 03 Feb 2024 13:45:59 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>KH Ahmad Dahlan Sosok Inspiratif Pendiri Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kh-ahmad-dahlan-sosok-inspiratif-pendiri-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kh-ahmad-dahlan-sosok-inspiratif-pendiri-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ KH Ahmad Dahlan Sosok Inspiratif Pendiri Muhammadiyah, seorang Ulama Besar yang dihormati dan diakui sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, merupakan tokoh utama di balik berdirinya Muhammadiyah. Beliau, sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara dalam keluarga K.H. Abu Bakar, mewarisi kecintaan terhadap ilmu agama dan keulamaan. Ayahnya, seorang ulama dan khatib terkemuka di Masjid Besar Kesultanan Yogyakarta pada zamannya, dan ibunya, putri H. Ibrahim yang menjabat sebagai penghulu Kesultanan Ng ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Selain menjadi soerang pendiri Muhammadiyah sekaligus Khatib Amin di Masjid Gedhe Kraton Yogyakarta, Kiai Ahmad Dahlan juga seorang pedagang batik. Batik pada waktu hidup Sang Pendiri Muhamamdiyah tersbut menjadi komoditas yang amat laku di pasaran.<br />Bagi Ahmad Dahlan, berdagang dan berdakwah bukanlah dua hal yang harus dipisahkan. Sebaliknya keduanya bisa berjalan seiringan. Meski punya gelar sebagai pemuka agama dan pendiri Muhammadiyah, aktivitas dagang Ahmad Dahlan tidaklah lesu sama sekali. Ia menjalani kedua aktivitas itu dengan penuh semangat dan gairah.</p><p>Menariknya, pasangan suami-istri Ahmad Dahlan dan Siti Walidah tidak hanya menjadi figur inspiratif, tetapi juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam kehidupan sehari-hari. Ahmad Dahlan memanfaatkan keuntungan dari berdagang batik sebagai penopang aktivitas dakwahnya.<br />Di sisi lain, di Kampung Kauman, Siti Walidah memegang peran penting sebagai pengatur kelancaran produksi batik. Tidak hanya mereka, Abdi Dalem Kraton Yogyakarta yang juga terlibat dalam perdagangan batik merupakan pemandangan umum di Kampung Kauman pada periode 1900-1960.</p><h2>Wafatnya Sang Pendiri Muhammadiyah</h2><p>Dahlan meninggal pada tahun 1923 dan dimakamkan di pemakaman Karangkajen, Yogyakarta. Atas jasa-jasa K.H. Ahmad Dahlan dalam membangkitkan kesadaran bangsa Indonesia melalui pembaharuan Islam dan pendidikan, maka Pemerintah Republik Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dengan surat Keputusan Presiden no. 657 tahun 1961. Dasar-dasar penetapan itu ialah sebagai berikut:<br />1. KH. Ahmad Dahlan telah mempelopori kebangkitan ummat Islam untuk menyadari nasibnya sebagai bangsa terjajah yang masih harus belajar dan berbuat;<br />2. Dengan organisasi Muhammadiyah yang didirikannya, telah banyak memberikan ajaran Islam yang murni kepada bangsanya. Ajaran yang menuntut kemajuan, kecerdasan, dan beramal bagi masyarakat dan umat, dengan dasar iman dan Islam;<br />3. Dengan organisasinya, Muhammadiyah telah mempelopori amal usaha sosial dan pendidikan yang amat diperlukan bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, dengan jiwa ajaran Islam; dan<br />4. Dengan organisasinya, Muhammadiyah bagian wanita (Aisyiyah) telah mempelopori kebangkitan wanita Indonesia untuk mengecap pendidikan dan berfungsi sosial, setingkat dengan kaum pria.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/12765785a4a245c8.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="52910" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 12 Dec 2023 13:21:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                            <media:keywords>Pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan, MediaMU</media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Buya Hamka dan Kiprahnya di Muhammadiyah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-dan-kiprahnya-di-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/buya-hamka-dan-kiprahnya-di-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Mediamu.com - Buya Hamka atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah lahir pada tanggal 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat. Buya Hamka juga bergelar Datuk Indomo. Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Buya Hamka aktif dikenal sebagai ulama, sastrawan, penulis dan tokoh Islam. Buya Hamka mendapatkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Al-Azhar di Mesir dan Universitas Kebangsaan Malaysia.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Mediamu.com</strong> - Buya Hamka atau Haji Abdul Malik Karim Amrullah lahir pada tanggal 17 Februari 1908 di Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatra Barat. Buya Hamka juga bergelar Datuk Indomo. Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. Buya Hamka aktif dikenal sebagai ulama, sastrawan, penulis dan tokoh Islam. Buya Hamka mendapatkan gelar Doktor Kehormatan (Honoris Causa) dari Universitas Al-Azhar di Mesir dan Universitas Kebangsaan Malaysia.</p>
<p>Buya Hamka adalah seorang otodidak dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan. Di antaranya seperti Filsafat, Sastra, Sejarah, Sosiologi dan Politik, baik dalam dunia Islam maupun dunia Barat. Dengan kemahiran bahasa Arabnya yang tinggi, beliau dapat meneliti karya-karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas Al-Aqqad, Mustafa Al-Manfaluti, dan Husayn Haykal. Melalui bahasa Arab juga, beliau meneliti karya sarjana Prancis, Inggris, dan Jerman seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx dan Pierre Loti.</p>
<p>Buya Hamka terlibat dalam kepengurusan organisasi Islam tersebut dari tahun 1928 hingga 1953. Mulai tahun 1928, ia mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Setahun kemudian, ia mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah. Pada 1931, ia menjabat sebagai konsul Muhammadiyah di Makassar</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/127654a053e206c8.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="60326" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 07 Nov 2023 09:43:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        buya hamka,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                sastrawan,
                                                                                                                                                                abdul malik karim amrullah                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Tak Hanya PSIM, Inilah Kiprah Ahmad Syauqi Soeratno untuk Sepak Bola DIY</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/tak-hanya-psim-inilah-kiprah-ahmad-syauqi-soeratno-untuk-sepak-bola-diy</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/tak-hanya-psim-inilah-kiprah-ahmad-syauqi-soeratno-untuk-sepak-bola-diy</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ YOGYA - Sepak bola dan Ahmad Syauqi Soeratno bagaikan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal itu terbukti dari sepak terjangnya di dalam dunia si kulit bundar itu, sejak dari masa kecilnya hingga masa sekarang.&nbsp; ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>YOGYA - </strong>Sepak bola dan Ahmad Syauqi Soeratno bagaikan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Hal itu terbukti dari sepak terjangnya di dalam dunia si kulit bundar itu, sejak dari masa kecilnya hingga masa sekarang.&nbsp;</p><p>Sebagian besar masyarakat Yogyakarta mengenal Syauqi sebagai sosok yang sangat peduli dengan perkembangan sepak bola di Yogyakarta. Berawal dari tahun 2005 dimana PSIM berhasil promosi ke Divisi Utama (kasta teratas kompetisi sepakbola Indonesia sebelum Liga Super) usai menjuarai Divisi Satu di Jalak Harupat.&nbsp;</p><p>Setelah juara, manajemen PSIM melalui general manajer (GM) mengembalikan melaporkan kinerja dan mengembalikan amanat kepada Ketua Umum. Ini adalah tradisi setiap tahun. GM waktu itu adalah Yoyok Setiawan. Setiap tahun ada pergantian GM, karena memang masa kerjanya satu musim kompetisi. Ketua umum PSIM saat itu adalah dr. Hadianto Ismangoen, Sp.A. yang akrab dipanggil Dokter Antok.&nbsp;</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2024/01/1165a79dcb53a6b.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="62847" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 17 Jan 2024 09:30:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        ahmad syauqi soeratno,
                                                                                                                                                                sepak bola,
                                                                                                                                                                yogyakarta                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mengenal Tokoh Nasional dan Muhammadiyah : Abdul Kahar Muzakkir</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/mengenal-tokoh-nasional-dan-muhammadiyah-abdul-kahar-muzakkir</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/mengenal-tokoh-nasional-dan-muhammadiyah-abdul-kahar-muzakkir</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Abdul Kahar Muzakkir menjadi satu dari enam tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia pada Jumat (8/11/2019) di Istana Negara. Gelar tersebut diberikan atas perjuangan dan pengabdian dan perjuangan Abdul Kahar yang juga tokoh Muhammadiyah kelahiran Gading, Yogyakarta.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Abdul Kahar Muzakkir menjadi satu dari enam tokoh yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh pemerintah Indonesia pada Jumat (8/11/2019) di Istana Negara. Gelar tersebut diberikan atas perjuangan dan pengabdian dan perjuangan Abdul Kahar yang juga tokoh Muhammadiyah kelahiran Gading, Yogyakarta.</p>
<p><span>Pada 1924, Kahar yang berusia 21 tahun, berangkat ke Mesir. Sumber lain menyebut bahwa Kahar berangkat haji ke Makkah, dengan maksud mukim dan belajar di sana. Keberangkatannya dibiayai paman dari pihak ibu, Haji Muchsin. Salah satu putra Haji Muchsin juga ikut bersama. Namun, karena kecamuk perang antara Kerajaan Hijaz dan Kesultanan Nejd ketika itu, Kahar mengalihkan perjalanan ke Mesir.</span><span></span></p>
<p><span>Selama dua belas tahun di Mesir, Kahar menjadi aktivis berbagai organisasi. Ia bersahabat dengan Sayid Qutub, pengarang Tafsir Fi Dzil&acirc;l Al-Quran. Kahar dekat dengan Partai Wafd dan sering menulis artikel untuk koran Mesir seperti&nbsp;Al-Ahram, Al-Balagh, dan&nbsp;Al-Hayat.</span><span></span></p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1166544422af01ce.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="32075" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 03 Nov 2023 00:51:43 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        muhammadiyah,
                                                                                                                                                                tokoh nasional,
                                                                                                                                                                tokoh muhammadiyah,
                                                                                                                                                                abdul kahar muzakkir,
                                                                                                                                                                pahlawan nasional                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kenali Ulama Muslim yang Menjadi Ahli Filsuf dan Ilmu Kalam</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/kenali-ulama-muslim-yang-menjadi-ahli-filsuf-danilmukalam</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/kenali-ulama-muslim-yang-menjadi-ahli-filsuf-danilmukalam</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - &nbsp;Kenali Ulama Muslim yang Menjadi Ahli Filsuf dan Ilmu KalamMengenal Fakhruddin Ar-Razi ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - &nbsp;Kenali Ulama Muslim yang Menjadi Ahli Filsuf dan Ilmu Kalam</p><h2>Mengenal Fakhruddin Ar-Razi</h2><p>Namanya adalah Fakhruddin Ar-Razi beliau hidup pada tahun 1149 sampai dengan 1209. Beliau dikenal oleh masyarakat luas sebagai ilmuwan yang memiliki masa keemasan di zaman peradaban Islam. Selain itu ar Razi juga menciptakan beberapa karya-karya yang hampir dalam hitungan ratusan yang tersebar dan membahas tentang segala bidang yang ada.&nbsp;</p><p>Karya karyanya ada di dalam ilmu kalam maupun Ushul fiqih dan yang ada juga di bagian tafsir Quran serta yang paling jelas adalah ilmu tentang matematika dan astronomi</p><h2>Tokoh Termasyhur di Zaman nya</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/12765886502b49b5.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="96605" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 16 Dec 2023 06:13:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        fakhruddin ar-razi                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sosok Sahabat Nabi di Juluki Pedang Allah</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/sosok-sahabat-nabi-di-juluki-pedang-allah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/sosok-sahabat-nabi-di-juluki-pedang-allah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM &ndash; Sosok Sahabat Nabi di Juluki Pedang AllahKhalid Bin Walid ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>MEDIAMU.COM &ndash; Sosok Sahabat Nabi di Juluki Pedang Allah</p><h2>Khalid Bin Walid</h2><p>Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang wafat di bulan Ramadhan, adalah Khalid bin Walid. Sahabat berjuluk Saifullah (Pedang Allah) itu telah berjuang di berbagai medan perang. Dia dikenal gigih dalam berjihad. Namun, dia meninggal karena sakit</p><p></p><h2>Menjelang kematian Khalid Bin Walid</h2> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/12/1276576c7cf127ed.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="75706" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 11 Dec 2023 08:24:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        khalid bin walid                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ulama Fikih dari Kota Naisabor : Siapa kah?</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/ulama-fikih-dari-kota-naisabor-siapa-kah</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/ulama-fikih-dari-kota-naisabor-siapa-kah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ MEDIAMU.COM - Imam Al-Haramain adalah salah seorang ulama fikih, ahli ushul fikih, ilmuwan, agamawan, pemuka masyarakat, dan teolog muslim yang sering kali membahas persoalan-persoalan teologis secara mendalam, seperti persoalan fungsi akal dan wahyu, surga dan neraka dan perbuatan manusia.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>MEDIAMU.COM</strong> - Imam Al-Haramain adalah salah seorang ulama fikih, ahli ushul fikih, ilmuwan, agamawan, pemuka masyarakat, dan teolog muslim yang sering kali membahas persoalan-persoalan teologis secara mendalam, seperti persoalan fungsi akal dan wahyu, surga dan neraka dan perbuatan manusia.</p>
<p>Dari sang ayah dan ulama lainnya kerap dikenal Imam Al-Juwaini ini belajar tentang banyak hal, terutama hal-hal yang berhubungan dengan ilmu agama; misal, belajar Al-Qur'an, selain pada sang ayah, dia juga belajar dari Syaikh Abi 'Abdillah; belajar hadits dari Abu Hassan bin Muhammad, Abu Sa'd 'Abdurrahman bin Hamdan An-Nadlrawi, Mansyur bin Ramisy dan lain-lain.</p>
<p>Imam Tajuddin as-Subki dalam kitab Thabaqat as-Syafi'iyyah menceritakan, &ldquo;Imam Haramain al-Juwaini terlahir dari keluarga yang penuh dengan ilmu. Sejak kecil ia telah menguasai ilmu gramatika bahasa Arab dengan sangat baik. Hingga ia memiliki tingkat kefasihan yang sangat tinggi dalam berbahasa Arab. Tidak ada ulama di antara empat mazhab fiqh di zamannya yang mampu menandingi kefasihannya dalam berbahasa Arab."</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/116655ad3312508f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="25620" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 20 Nov 2023 14:57:06 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Menelaah Gaya Kepemimpinan K. H. Mas Mansoer</title>
                    <link>https://profil.mediamu.com/gaya-kepemimpinan-k-h-mas-mansoer</link>
                    <guid>https://profil.mediamu.com/gaya-kepemimpinan-k-h-mas-mansoer</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Dia adalah putra bangsa kelahiran Surabaya, 25 Juni 1896. Namanya dikenal semenjak ia aktif di dunia politik dan ikut terjun dalam memperebutkan tanah air dari tangan Belanda dan Jepang. Sebelumnya, ia belajar secara otodidak mengenai dunia politik saat dirinya menimba ilmu di Mekkah. Saat itu, terjadi pergolakan politik besar-besaran yang memaksanya untuk segera meninggalkan Mekkah dan berpindah tempat menuju Mesir. Ialah sosok yang dikerap disapa Mas Mansoer.
 ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Dia adalah putra bangsa kelahiran Surabaya, 25 Juni 1896. Namanya dikenal semenjak ia aktif di dunia politik dan ikut terjun dalam memperebutkan tanah air dari tangan Belanda dan Jepang. Sebelumnya, ia belajar secara otodidak mengenai dunia politik saat dirinya menimba ilmu di Mekkah. Saat itu, terjadi pergolakan politik besar-besaran yang memaksanya untuk segera meninggalkan Mekkah dan berpindah tempat menuju Mesir. Ialah sosok yang dikerap disapa Mas Mansoer.</p>
<p>Pada tahun 1921, Mas Mansoer masuk organisasi Muhammadiyah. Aktivitas Mas Mansoer dalam Muhammadiyah membawa angin segar dan memperkukuh keberadaan Muhammadiyah sebagai organisasi pembaharuan. Tangga-tangga yang dilalui Mas Mansur selalu dinaiki dengan mantap. Hal ini terlihat dari jenjang yang dilewatinya, yakni setelah Ketua Cabang Muhammadiyah Surabaya, kemudian menjadi Konsul Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur. Puncak dari tangga tersebut adalah ketika Mas Mansur menjadi Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah&nbsp;</p>
<p>Terpilihnya Mas Mansoer sebagai Ketua Pengurus Besar Muhammadiyah meniscayakannya untuk pindah ke Jogjkarta bersama keluarganya. Untuk menopang kehidupannya, Muhammadiyah tidak memberikan gaji, melainkan ia diberi tugas sebagai guru di Madrasah Mu'allimin Muhammadiyah, sehingga ia mendapatkan penghasilan dari sekolah tersebut.</p>
 ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2023/11/1276548372ff3839.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="54829" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 06 Nov 2023 08:46:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        gaya kepemimpinan,
                                                                                                                                                                mas mansoer,
                                                                                                                                                                muhammadiyah,
                                                                                                                                                                kebijaksanaan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>