Profil

Profil

Profil

May 19, 2024
Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sekilas tentang Kepribadian Pak AR menurut Pak Amien Rais

Bagi masyarakat Islam Indonesia, khususnya keluarga besar Muhammadiyah, nama Pak AR tetap melekat kuat dalam ingatan mereka, sekalipun Pak AR sudah wafat beberapa waktu silam. K.H. Abrurrazaq Fachruddin, yang akrab dipanggil Pak AR dapat dikatakan telah menjadi nurani Ummat Islam Indonesia, setidak-tidaknya nurani Muhammadiyah.

Saya mengenal almarhum sejak tahun 1962 ketika mulai menjadi mahasiswa Universitas Gajah Mada. Saya tinggal di Kauman Yogyakarta, tidak begitu jauh dari rumah Pak AR. Sejak itu pulalah saya berkenalan akrab dengan Pak AR.

Terus terang sulit bagi saya meringkas dengan kata-kata terbatas untuk menggambarkan Pak AR secara utuh. Paling tidak ada lima atribut yang dapat dikaitkan dengan hidup dan kepribadian Pak AR.

Pertama, beliau adalah ulama yang cukup dalam penguasaan ilmunya di berbagai cabang ilmu agama. Di tengah-tengah rasa senggangnya, Pak AR selalu meluangkan waktu untuk membaca kitab-kitab agama, atau katakanlah kitab-kitab kuning.

Kedua, Pak AR adalah seorang mubaligh besar yang sangat ikhlas. Saya dan teman-teman mempunyai kesan kuat bahwa beliau selalu berbicara dari lubuk hatinya. Mengapa ceramah dan pengajian beliau begitu menembus hati pendengarnya, karena yang dikemukakan bukan dari otak belaka, tetapi lebih banyak dari hati yang ikhlas.

Ketiga, Pak AR adalah pemimpin yang sabar yang rendah hati. Lebih dari 30 tahun saya bergaul dengan almarhum baru sekali saya melihat beliau sedikit marah pada seorang karyawan PP Muhammadiyah yang memang berbuat salah yang keterlaluan. Selebihnya beliau memimpin Muhammadiyah dengan senyum yang ditingkahi humor-humor segar.

Keempat, Pak AR adalah kepala keluarga yang sangat baik. Sebagai bapak saya yakin beliau termasuk kategori bapak teladan. Demikian juga sebagai suami, saya juga yakin beliau tergolong suami teladan.

Kelima, kesederhanaan Pak AR sulit dicari taranya. Nampaknya bagi almarhum kesenangan dunia memang benar-benar Mata’ul ghurur, kelezatan yang menyesatkan. Beliau tidak punya rumah bagus, mobil mewah, uang deposito di bank, tanah luas dan hal-hal keduniaan lainnya. []


*Disalin dari Kata Pengantar Dr. H. Amien Rais dalam buku “Pesan dan Warisan Pak A.R.” diterbitkan oleh PT. BP. Kedaulatan Rakyat yang ditulis pada 20 Juni 1995.

Comment

Your email address will not be published

There are no comments here yet
Be the first to comment here